- Mobil bekas tabrak menawarkan harga jual lebih rendah 20–50% dibanding mobil normal, cocok bagi konsumen beranggaran terbatas.
- Risiko utama meliputi potensi masalah kenyamanan dan keselamatan jika kerusakan menyentuh sasis, serta nilai jual kembali rendah.
- Pembeli disarankan menggunakan jasa inspektor independen untuk memastikan kerusakan hanya bersifat minor, bukan struktural.
SuaraSumut.id - Membeli mobil bekas tabrak sering kali dipandang sebelah mata oleh calon konsumen. Sebagian besar orang tentu menginginkan mobil bekas dengan kondisi mendekati sempurna, bebas riwayat kecelakaan, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.
Namun, di balik stigma tersebut, mobil bekas tabrak ternyata menyimpan potensi keuntungan, terutama bagi pembeli yang cermat dan memahami risiko teknisnya.
Seiring berkembangnya pasar otomotif, kini semakin banyak showroom mobil bekas tabrak yang secara khusus menjual kendaraan dengan kondisi minus, baik apa adanya maupun sudah diperbaiki.
Lantas, apakah membeli mobil bekas tabrakan layak dipertimbangkan? Berikut ulasannya.
Keuntungan Membeli Mobil Bekas Tabrak
1. Harga Jauh Lebih Murah
Keuntungan paling signifikan dari mobil bekas tabrak adalah harga jual yang lebih rendah dibanding mobil bekas non-tabrakan. Selisihnya bisa mencapai 20–50 persen, tergantung tingkat kerusakan dan tahun kendaraan. Bagi konsumen dengan anggaran terbatas, ini jelas menjadi peluang menarik.
2. Cocok untuk Kebutuhan Fungsional
Jika mobil digunakan untuk kendaraan operasional, niaga, atau mobil kedua, riwayat tabrakan ringan sering kali tidak menjadi masalah besar. Selama mesin, transmisi, dan kaki-kaki masih dalam kondisi baik, mobil tetap dapat digunakan secara optimal.
3. Banyak Dijual dalam Kondisi Sudah Diperbaiki
Saat ini, sejumlah dealer menawarkan mobil bekas tabrak plus biaya perbaikan. Perbaikannya dilakukan oleh bengkel rekanan dengan standar tertentu, sehingga tampilan mobil bisa kembali mulus. Meski demikian, harga akhirnya biasanya tetap lebih murah dibanding mobil bekas normal.
Kerugian dan Risiko Mobil Bekas Tabrak
1. Risiko Kenyamanan dan Keselamatan
Tidak ada jaminan mobil bekas tabrak akan kembali 100 persen sempurna. Jika kerusakan pernah menyentuh frame atau sasis, potensi masalah seperti mobil tidak lurus, setir menarik ke satu sisi, hingga keausan ban tidak merata bisa terjadi.
2. Nilai Jual Kembali Lebih Rendah
Berita Terkait
-
Ciri-ciri Odometer Mobil Bekas Diakali dan Diputar Mundur, Cek Sebelum Beli!
-
Menperin Usul Insentif Mobil Hybrid di Tengah Rendahnya Rasio Kepemilikan Mobil
-
Downgrade dari Innova Reborn? Ini Rekomendasi Mobil Keluarga Murah di Bawah 200 Juta Terbaik
-
Pilihan Mobil Bekas Rp 50 Jutaan yang Pas untuk Keluarga
-
Syarat dan Dokumen untuk Klaim Asuransi Mobil Bekas Apa Saja?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC