-
Korban banjir Pidie Jaya masih mengungsi tanpa kepastian hunian.
-
Puluhan rumah rusak akibat banjir bandang Krueng Meureudu.
-
Pembangunan hunian terkendala lahan jelang Ramadhan tiba.
SuaraSumut.id - Sejumlah korban banjir Pidie Jaya hingga kini masih bertahan hidup di tenda-tenda pengungsian. Warga desa pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, belum memperoleh kepastian terkait pemindahan ke hunian sementara maupun hunian tetap setelah banjir bandang menerjang wilayah mereka pada akhir November 2025.
Salah seorang korban banjir Pidie Jaya, Muntasir, warga Gampong Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua, menyampaikan bahwa hampir sebulan berlalu, para penyintas masih menunggu kejelasan tempat tinggal yang layak.
“Hingga saat ini, kami belum mendapatkan kepastian kapan dipindahkan ke hunian yang layak. Kini, kami masih mengungsi di tenda-tenda di desa tetangga,” kata Muntasir, Sabtu (17/1/2026).
Gampong Lhok Sandeng merupakan wilayah pedalaman yang berada di hulu Krueng Meureudu. Banjir bandang yang terjadi di sepanjang daerah aliran sungai tersebut berdampak luas, mulai dari hulu hingga hilir. Akibat kejadian itu, korban banjir Pidie Jaya kehilangan tempat tinggal dan akses infrastruktur vital.
Muntasir menuturkan, rumah yang ditempati keluarganya berada tidak jauh dari aliran sungai. Saat banjir bandang melanda, arus deras Krueng Meureudu menyeret bangunan tempat tinggalnya.
“Ada sebanyak 20 rumah di Gampong Lhok Sandeng terdampak banjir bandang. Sebagian besar rumah tersebut ambruk dan terbawa arus sungai yang deras ketika itu,” katanya.
Selain merusak rumah warga, banjir bandang juga mengakibatkan kerusakan pada Jembatan Lhok Sandeng yang menjadi akses penghubung ke desa tetangga. Meski sebagian jembatan rusak, warga bersama pihak terkait telah membangun jembatan darurat dari batang kelapa. Jembatan tersebut kini dapat dilalui kendaraan berukuran sedang.
“Kini, kami hampir sebulan mengungsi di tenda. Tenda ini didirikan di desa tetangga, Sarah Mane. Sebelumnya, kami mengungsi di masjid Desa Sarah Mane,” kata Muntasir.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, Muntasir menyebut pembangunan hunian sementara bagi korban banjir Pidie Jaya mengalami kendala ketersediaan lahan. Hal tersebut membuat proses pembangunan hunian belum dapat direalisasikan hingga sekarang.
“Kami berharap masalah ini dapat diselesaikan dan hunian bagi korban banjir bisa segera dibangun Apalagi bulan puasa tidak lama lagi, sehingga korban banjir bisa dengan nyaman melaksanakan ibadah Ramadhan,” kata Muntasir.
Hingga saat ini, para korban banjir Pidie Jaya masih menanti kepastian hunian agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal setelah bencana banjir bandang yang melanda wilayah pedalaman Aceh tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Kisah Perjalanan YouthID: Saat Anak Muda Menembus Batas, Mendengar Suara Disabilitas di Aceh
-
Ngeri! Relawan Kemanusiaan Asal Jogja di Aceh Kena Teror, Dikirimi Bangkai Anjing Tanpa Kepala
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Seorang WN Malaysia Dideportasikan Imigrasi Belawan Gegara Langgar Izin Tinggal
-
6 Rahasia Make Up Fresh Saat Lebaran: Glowing Seharian, Natural dan Tahan Lama
-
Nekat Minum di Warung, 5 Pemuda Tak Puasa Diamankan di Aceh Barat, Terancam Sanksi Qanun Syariat
-
Disnaker Sumut Buka Posko Pengaduan THR 2026, Perusahaan Wajib Bayar Maksimal H-7 Lebaran
-
Pekan Ramadan 2026 Digelar di PRSU, Catat Tanggalnya