- Modus penipuan voice phishing menggunakan rekaman jawaban "ya" untuk persetujuan transaksi finansial ilegal.
- Ciri panggilan mencurigakan meliputi nomor asing, pertanyaan konfirmasi identitas, dan pengakuan sebagai institusi resmi.
- Waspadai dengan menjawab netral, memutus panggilan, dan tidak memberikan data pribadi kepada penelepon asing.
SuaraSumut.id - Penipuan digital terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di dunia daring. Salah satu modus penipuan yang terjadi adalah panggilan dari nomor asing yang hanya bertujuan memancing korban mengucapkan kata “ya”.
Meski terdengar sepele, menjawab “ya” saat ditelepon nomor tak dikenal bisa menjadi awal dari aksi kejahatan siber yang mengincar rekening bank hingga data pribadi Anda.
Pelaku biasanya menghubungi korban melalui telepon dengan mengaku sebagai pihak tertentu. Pelaku penipuan memanfaatkan rekaman suara korban. Saat Anda menjawab panggilan dengan kata “ya”, suara tersebut dapat direkam dan disalahgunakan sebagai persetujuan verbal.
Rekaman ini kemudian diklaim sebagai bukti untuk aktivasi layanan tertentu, persetujuan transaksi finansial, pendaftaran pinjaman online ilegal hingga akses ke akun perbankan atau e-wallet.
Modus ini dikenal sebagai voice phishing (vishing), salah satu bentuk penipuan berbasis rekayasa sosial yang semakin canggih.
Ciri-Ciri Panggilan Penipuan dari Nomor Asing
Agar tidak menjadi korban, penting mengenali tanda-tandanya. Berikut ciri umum panggilan mencurigakan:
1. Nomor tidak dikenal atau berasal dari luar negeri
2. Penelepon mengajukan pertanyaan seperti:
- “Apakah ini benar pemilik nomor ini?”
- “Apakah Anda yang bernama…?”
3. Nada bicara terburu-buru atau mengintimidasi
4. Mengaku dari institusi resmi (bank, asuransi, marketplace, atau instansi pemerintah)
5. Meminta konfirmasi data pribadi
Jika Anda menjawab “ya”, percakapan bisa langsung diputus, namun dampaknya baru terasa kemudian.
Dampak yang Bisa Terjadi
Banyak korban baru menyadari setelah:
Berita Terkait
-
Selidiki Dugaan Pelanggaran Bos West Ham, Polisi Inggris Terima Laporan Tambahan
-
Kantongi 5 Alat Bukti, Bareskrim Polri Jerat Founder PT DSI Sebagai Tersangka Baru
-
Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ini Fakta Kasus WO yang Rugikan Korban Rp18,44 Miliar
-
Markas Love Scamming di Semarang Digerebek! 604 HP Disita, 4 WN China dan 2 WNI Ditangkap
-
Simak! Ini Modus Baru Penipuan Digital yang Sedang Marak di Indonesia dan Dunia
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
TNI AL Gerebek Pesta Sabu di Tengah Laut, 6 Awak Kapal Ikan Ditangkap
-
Gara-gara Baju Ketat! 46 Warga Aceh Barat Terjaring Razia, Langgar Aturan Busana Syariat
-
Dua Pelaku Zina Dicambuk 100 Kali di Depan Publik, Aceh Barat Kirim Pesan Tegas Penegakan Syariat
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan