- Pergerakan tanah di Kampung Bah, Aceh Tengah, meluas melebihi 30.000 m², meningkat signifikan sejak awal 2000-an.
- Penyebab utama pergerakan tanah adalah material lepas di atas tufa vulkanik yang jenuh air akibat rembesan dan curah hujan.
- Dinas ESDM mengimbau relokasi jalan, perbaikan drainase, mitigasi struktural, dan sosialisasi bahaya longsor susulan.
SuaraSumut.id - Fenomena pergerakan atau longsoran tanah di Kampung (Desa) Bah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, terus membesar hingga melebihi 30.000 meter persegi (m²).
"Untuk luasan saat ini kami hitung sudah diatas 30.000 m². Kalau 2021 masih 20.199 m², jadi ada penambahan 10.000 m² lebih," kata Kabid Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Aceh, Ikhlas, melansir Antara, Rabu, 4 Februari 2026.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan BPBD Aceh Tengah dari berbagai sumber, longsoran tanah di sana awalnya berbentuk lubang kecil sejak awal tahun 2000-an, dan terus bergerak secara bertahap sejak 2004.
Dari laporan masyarakat sekitar, pada 2006 longsoran tersebut sudah pernah memutus akses jalan Blang Mancung-Simpang Balik (penghubung Kabupaten Aceh Tengah - Bener Meriah).
Bahkan, pernah terjadi relokasi tempat tinggal masyarakat di Kampung Bah Serempah ke Kampung Serempah Baru pada tahun 2013-2014. Rehabilitasi dan rekonstruksi pernah dilakukan sebanyak tiga tahapan pada periode tersebut.
Ikhlas mengatakan bahwa pihaknya baru-baru ini juga kembali melakukan peninjauan ke lokasi longsoran tersebut, dan mendapatkan beberapa catatan yang perlu ditindaklanjuti.
Berdasarkan hasil kajian sementara, pergerakan tanah di sana disebabkan materialnya tersusun di atas tufa vulkanik dari formasi Geureudong (batuan gunung api) yang bersifat lepas, berpori sehingga mudah menyerap air dan jenuh air.
Kemudian, terdapat rembesan atau aliran air bawah tanah yang mengerosi secara lateral. Saluran drainase dapat meluap dan membebani tanah disana, terutama saat datangnya musim penghujan.
"Lalu, kondisi tebing yang curam hampir tegak menambah ketidakstabilan lereng. Serta dapat dipicu oleh hujan dan juga dapat gempa bumi, sehingga lerengnya tidak stabil," ujarnya.
Terkait kondisi ini, lanjut Ikhlas, Dinas ESDM Aceh mengimbau kepada semua pihak terkait terutama unsur pemerintahan dapat melakukan sosialisasi kepada masyarakat atas kerawanan bencana longsor susulan, tidak mendekati area longsoran, terutama pada saat musim penghujan karena ketidakstabilan lereng.
Pemkab Aceh Tengah dapat merelokasi jalan ke area yang lebih aman, memindahkan drainase yang dapat membebani tanah di area longsoran tersebut, sehingga tidak membuat tanahnya cepat bergerak.
Di sisi lain, kata Ikhlas, juga perlu dilakukan kajian geologi teknik untuk pembangunan infrastruktur di area yang baru nantinya. Termasuk melakukan mitigasi struktural (penanaman tebing, penguatan /penyangga tebing, pengaturan drainase).
Selanjutnya, perkuat mitigasi non struktural seperti edukasi, sosialisasi kebencanaan sangat diperlukan, dan kepada masyarakat agar dapat mengikuti arahan pemerintah daerah terkait bencana longsoran tersebut.
"Terakhir, harus dilakukan pemantauan perkembangan longsoran secara berkala, terutama apabila ditemukan retakan baru memanjang dan melebar, serta laporkan segera ke instansi berwenang," kata Ikhlas.
Berita Terkait
-
Fenomena Sinkhole di Aceh Tengah, Tanah Seluas 3 Hektare Amblas
-
Setahun Pascabencana, Pembangunan Jalan dan Jembatan di Aceh Tengah Dikebut
-
BNPB Terbitkan 8 Instruksi Hadapi Musim Hujan, Pemda Diminta Siaga Bencana 24 Jam!
-
Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada
-
14 Titik Longsor Tapan-Batas Jambi Dibersihkan, Jalur Mulai Fungsional
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap
-
Siapkan Masa Depan Anak, BRI Prioritas Hadirkan Privilege Eksklusif di Sequoia School
-
Jelang Laga Besok, Pelatih PSMS Medan Waspadai Kekuatan Persiraja
-
Ayah di Aceh Besar Ditangkap, Diduga Rudapaksa Anak Kandung Sejak MIN hingga SMP
-
Nelayan Sergai Disambar Petir di Tengah Laut, 2 Tewas