- Seorang suami berinisial HY (55) membakar istrinya NS (53) di Paluta, Sumut, Minggu (1/2/2026) dini hari.
- Pelaku nekat melakukan pembakaran karena ajakan rujuk ditolak korban yang meminta untuk bercerai.
- Suami tersebut kini diamankan polisi dan dijerat pasal KDRT dengan ancaman pidana penjara maksimal sepuluh tahun.
SuaraSumut.id - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali menggemparkan publik. Kali ini, peristiwa tragis terjadi di Desa Aek Haruaya, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara.
Seorang suami berinisial HY (55) tega membakar istrinya NS (53) karena menolak rujuk dan memilih bercerai. Peristiwa terjadi pada Minggu, 1 Februari 2026 dini hari.
Kasat Reskrim Polres Tapsel, Iptu Bontor D Sitorus mengatakan, awalnya pelaku mengajak NS membicarakan rumah tangga mereka yang selama kurang lebih satu tahun tidak harmonis akibat perilaku korban.
“Korban diisukan menjalin hubungan dengan laki-laki lain. Pada saat diajak berbicara, korban meminta untuk bercerai dan sudah tidak bersedia hidup bersama dengan pelaku,” katanya, dalam keterangan yang diterima, Rabu, 4 Februari 2026.
Mendengar hal itu, pelaku tersulut emosi nekat membakar tubuh istrinya hingga mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.
Pelaku diketahui membakar istrinya menggunakan BBM yang dibeli di salah satu SPBU di Kabupaten Valuta pada Sabtu, 31 Januari 2026 malam. Lalu, HY pulang ke rumahnya dengan sebotol BBM tersebut.
Melihat tubuhnya terbakar, korban berlari ke kamar mandi dan memadamkan api di tubuhnya dengan air. Selanjutnya, korban meminta tolong warga sekitar untuk dibawa ke Rumah Sakit terdekat, untuk mengobati luka bakar di tubuhnya itu.
"Sedangkan pelaku masih tetap berada di dalam rumah. Kami menerima laporan kejadian itu, datang ke TKP dan mengamankan suami korban," ujarnya.
Petugas mengamankan barang bukti botol air mineral ukuran 1,6 liter, satu potong baju kaos lengan pendek milik pelaku, daster yang sudah robek.
Atas perbuatannya, HY dijerat dengan Pasal 44 Ayat (2) Undang-undang RI No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
“Ancamannya pidana penjara paling lama 10 tahun," katanya.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo
-
Banjir Kepung Medan, Puluhan Warga Mengungsi
-
Menteri Ekonomi Malaysia Kagum Potensi Sumut, Puji Kepemimpinan Bobby Nasution
-
Kisah M A Hasibuan, Insan BRI di Sumatera Utara yang Dampingi UMKM Hingga Naik Kelas
-
Gubernur Bobby Dorong IMT-GT Lahirkan Proyek Konkret dan Investasi Berdampak bagi Masyarakat
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
Kemeriahan HKBP 165 Padel Series di Medan: Disambut Antusias, Berlanjut ke GBK
-
Bus Masuk Jurang di Samosir, 26 Penumpang Luka-Luka
-
Jalan Terputus di Langkat Makan Korban, Mobil Wisatawan Nyemplung ke Sungai, 3 Tewas
-
Road to HKBP 165 Padel Series di Medan, Effendi Simbolon: Ajang Sportivitas-Silaturahmi Masyarakat
-
Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil