Suhardiman
Selasa, 10 Februari 2026 | 15:00 WIB
Ilustrasi Sapi. (pixabay/ andy salafi)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menyetujui anggaran Rp50 juta per desa terdampak bencana di Aceh untuk bantuan sapi meugang Ramadan 2026.
  • Bantuan diberikan kepada 1.455 desa terdampak bencana melalui transfer uang langsung ke rekening pemerintah daerah setempat.
  • Anggaran Rp50 juta merupakan patokan harga tertinggi dan teknis pembelian sapi diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota masing-masing.

SuaraSumut.id - Presiden Prabowo Subianto telah menyediakan anggaran Rp50 juta per desa terdampak bencana di Aceh untuk bantuan sapi meugeng menyambut bulan suci Ramadan 2026.

"Respon dari pak presiden minggu lalu sudah setuju memberikan sapi meugang kepada daerah terdampak. Anggarannya Rp50 juta per desa," kata Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melansir Antara, Selasa, 10 Februari 2026.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf pernah mengusulkan adanya bantuan sapi meugang untuk masyarakat terdampak bencana Aceh menyambut Ramadhan, dan kini telah mendapatkan respon positif dari pemerintah pusat.

Bantuan sapi meugang tersebut diberikan untuk 1.455 desa terdampak berdasarkan data verifikasi terakhir, masing-masing desa diberikan Rp 50 juta atau patokan harga sapi tertinggi.

"Desa yang ditetapkan terkena bencana 1.455 desa. Itu lah yang akan mendapatkan sapi meugang sebelum bulan puasa ini," ujarnya.

Bantuan Presiden tersebut diberikan dalam bentuk uang melalui rekening pemerintah daerah terdampak. Kemudian, pemerintah kabupaten/kota yang membeli atau membagikan kepada masyarakat.

"Bantuan (sapi meugang) Presiden dalam bentuk uang. Kami memastikan nanti uan dikirimkan ke kabupaten/kota," ungkapnya.

Harga sapi di daerah memang tidak sampai Rp50 juta per ekornya, artinya bisa dibelikan hingga dua sapi per desa, tetapi untuk teknisnya nanti dikembalikan kepada pemerintah kabupaten/kota terdampak.

"Patokan pusat memberikan harga sapi tertinggi, Rp50 juta itu bisa beli dua, tapi teknis penyalurannya di kepala daerah semua. Maka, kami juga terus berkoordinasi dengan pusat bagaimana teknisnya," tegasnya.

Ia menambahkan, meski banyak ternak di Aceh mati diterjang banjir, dipastikan menjelang meugang nanti tetap tersedia di Aceh, karena banyak didatangkan sapi dari luar.

“Saya rasa di daerah kita masih ada sapi juga, biasanya saat meugang datang sapi dari luar ke Aceh. Solusinya kita pikirkan nanti, sekarang yang penting anggaran sudah tersedia," katanya.

Load More