- Harga Bitcoin menunjukkan pergerakan hati-hati sepanjang 2026 setelah mencapai ATH pada Oktober 2025.
- Oscar Darmawan menyatakan pergerakan harga Bitcoin mengikuti pola siklus empat tahunan yang konsisten berulang.
- Oscar memprediksi potensi kenaikan harga Bitcoin kembali terjadi menjelang siklus halving berikutnya pada tahun 2028.
SuaraSumut.id - Pergerakan harga Bitcoin kembali membuat pasar gelisah sepanjang 2026. Setelah harga sempat menyentuh ATH pada Oktober 2025, tren harga kini bergerak lebih hati-hati. Banyak investor mulai mempertanyakan arah selanjutnya, terutama setelah pada Oktober 2025.
Menurut Oscar Darmawan, situasi ini bukanlah sesuatu yang aneh, melainkan bagian dari siklus yang telah berulang selama bertahun-tahun.
Dalam diskusi di kanal YouTube Therese Learns, Oscara mengaku bahwa pola pergerakan Bitcoin cenderung konsisten dan dapat diamati dari waktu ke waktu.
Prediksi Penurunan Harga Bitcoin dan Siklus 4 Tahunan
Oscar menjelaskan, sejauh ini pergerakan harga Bitcoin mengikuti pola siklus empat tahunan yang berkaitan dengan mekanisme pasar.
"Dari pengalaman saya selama hampir 12 tahun ya, saya melihat ini seperti film yang berulang setiap 4 tahun sekali,” katanya melansir blockchainmedia.id, Minggu, 29 Maret 2026.
Oscar juga menyebut siklus ini telah terjadi sejak awal kemunculan Bitcoin dan terus berulang. Tahun 2026 dinilai sebagai fase setelah puncak, di mana pasar mulai mengalami koreksi.
Dalam skenario terburuk (worst case), ia menyebut harga Bitcoin bisa turun hingga kisaran US$45.000–US$50.000. Meski demikian, ia menilai level tersebut bukan titik yang mudah ditembus.
Menurut Oscar, saat ini kripto masih sangat bergantung pada aliran dana, terutama dari institusi besar. Sayangnya, arus likuiditas tersebut belum sepenuhnya stabil.
Ia menilai bahwa kondisi global, termasuk ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik, turut memengaruhi masuknya dana ke pasar crypto.
“Kripto itu sangat bergantung pada likuiditas. Kalau likuiditasnya seret, market juga ikut tertekan,” ungkapnya.
Hal ini menjelaskan mengapa meskipun fundamental Bitcoin tetap kuat, pergerakan harganya tetap bisa mengalami tekanan dalam jangka pendek.
Potensi Kenaikan Harga BTC pada 2028
Meski memprediksi penurunan harga BTC dalam waktu dekat, Oscar Darmawan tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, terutama menjelang siklus halving berikutnya pada 2028.
“Saya tetap percaya bahwa tahun 2028 nanti Bitcoin berpotensi buat naik kembali,” tegasnya.
Berita Terkait
-
Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar
-
Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000
-
Harga Bitcoin Justru Melonjak di Tengah Perang, Kok Bisa?
-
Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah
-
97 Persen Mesin Tambang Bitcoin AS Ternyata Buatan China
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Duh! Motor Dinas N-Max Hilang, Keuchik Pasi Aceh Baroh Wajib Ganti Rp33,4 Juta
-
Tragedi Berdarah di Labusel, Remaja 17 Tahun Tewas Diduga Ditikam Ayah dan Anak
-
Pelarian Perampok Angkot di Medan Berakhir, 2 Pelaku Dibekuk di Samosir dan Jambi
-
1.017 Warga Medan Bekerja ke Luar Negeri Periode Januari-Mei 2026
-
Sosok Jully Yandi Saputra: Kreator 'Mak-Mak Aceh' Sukses Bangun Bisnis UMKM