Suhardiman
Senin, 06 April 2026 | 11:06 WIB
Gunung Sorik Marapi. [situs Kementerian Kehutanan]
Baca 10 detik
  • Badan Geologi menaikkan status Gunung Sorik Marapi di Mandailing Natal menjadi Level II Waspada per 3 April 2026.
  • Peningkatan aktivitas vulkanik dan gempa bumi signifikan menyebabkan jalur pendakian ditutup sementara mulai tanggal 4 April 2026.
  • Masyarakat dilarang memasuki radius 1500 meter dari kawah guna menghindari risiko gas beracun serta semburan lumpur berbahaya.

SuaraSumut.id - Kabar penting bagi para pencinta alam dan warga Sumatera Utara (Sumut). Gunung Api Sorik Marapi yang berada di Kabupaten Mandailing Natal, tengah menunjukkan geliat vulkanik yang signifikan.

Per 3 April 2026, status gunung api ini dinaikkan dari level normal menjadi waspada. Pendakian ke gunung tersebut pun ditutup sementara. Hal ini diketahui dalam unggahan akun Instagram @btn_batanggadis, dilihat Senin, 6 April 2026.

"Berdasarkan laporan khusus Plt Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI Nomor: 629.Lap/GL.03/BGL/2026 tanggal 3 April 2026 tentang kenaikan tingkat aktivitas Gunung Api Sorik Marapi di Sumatera Utara dari level I (normal) menjadi level II (waspada). Maka dalam rangka mengantisipasi potensi bencana geologi, disampaikan bahwa jalur pendakian Gunung Sorik Marapi di Taman Nasional Batang Gadis ditutup sementara," tulisnya.

Dalam unggahan disebutkan bahwa penutupan dilakukan terhitung 4 April 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Masyarakat pun diimbau untuk mematuhi pengumuman tersebut.

"Pembukaan jalur pendakian akan dilakukan setelah aktivitas Gunung Sorik Marapi kembali normal (Level I) berdasarkan hasil pengamatan otoritas terkait," jelasnya.

Dalam unggahan juga dicantumkan laporan dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Di mana pada tanggal 2-3 April 2026 terjadi gempa hingga ratusan kali.

"Pada 2 April 2026 terjadi peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) yang signifikan. Pada saat itu terekam 115 kali gempa vulkanik dalam (VA), 4 kali gempa terasa skala II IV MMI, dan 11 kali gempa tektonik jauh," isi laporan tersebut.

"Pada tanggal 3 April 2026 intensitas kegempaan masih tinggi. Hingga pukul 18.00 WIB, terekam 49 kali gempa vulkanik dalam, 3 kali gempa tektonik lokal, 1 kali gempa terasa skala IV MMI, dan 4 kali gempa tektonik jauh. Peningkatan gempa vulkanik dalam tersebut berkaitan dengan migrasi magma dari kedalaman ke arah permukaan, sehingga perlu diwaspadai," lanjut isi laporan.

Oleh karena itu, diimbau kepada masyarakat, pengunjung atau wisatawan untuk tidak memasuki wilayah radius 1500 meter dari pusat kawah utama/puncak Gunung Sorik Marapi.

Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak memasuki Kawah Sibangor Tonga, Kawah Sibangor Julu, dan kawah-kawah lainnya yang terdapat disekitar Sorik Marapi untuk menghindari potensi bahaya dari semburan lumpur dan/atau gas beracun yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

Seluruh pihak agar menjaga suasana yang kondusif di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

Pemerintah Daerah agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Sorik Marapi di Desa Sibangor Tonga, Kecamatan Puncak Sorikmarapi, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.

Load More