- Beredar narasi hoaks di media sosial yang mengklaim Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mewajibkan masyarakat menggunakan motor listrik.
- Pemerintah memastikan tidak pernah mengeluarkan kebijakan wajib penggunaan motor listrik maupun sanksi bagi masyarakat yang tidak mematuhinya.
- Pemerintah Indonesia hanya mendorong transisi energi melalui strategi jangka panjang untuk mencapai target Net Zero Emission nasional.
SuaraSumut.id - Bahlil Lahadalia kembali menjadi sorotan setelah beredar unggahan yang menarasikan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut mewajibkan seluruh rakyat Indonesia menggunakan motor listrik.
Bahkan, dalam unggahan itu disebutkan bahwa masyarakat yang tidak mau beralih ke kendaraan listrik dipersilakan keluar dari Indonesia.
Narasi tersebut menyebar luas di platform Facebook dan memicu berbagai reaksi dari warganet.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Bahlil: Rakyat Indonesia Wajib Pakai Motor Listrik Yang Ga Mau Ganti Silahkan Keluar Dari Indonesia”
Unggahan tersebut juga diberi narasi:
“Aneh tapi nyata inilah inilah kebijakan pejabat di negeri ini sulit untuk di terima akal sehat.
Rakyat Indonesia harus wajib pakai motor listrik jika GK mau silahkan kluwar dari negeri ini,, salam waras”
Namun, benarkah Bahlil mewajibkan seluruh masyarakat menggunakan motor listrik?
Lalu, benarkah pemerintah mewajibkan masyarakat menggunakan motor listrik? Berikut penelusuran fakta sebenarnya.
Berdasarkan penelusuran, Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Kementerian ESDM maupun pihak Istana yang menyatakan kewajiban penggunaan motor listrik bagi seluruh masyarakat.
Pemerintah, dilansir dari Antar, memang mendorong percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE), terutama di tengah dinamika global seperti konflik di Timur Tengah yang berdampak pada distribusi energi.
Namun demikian, kebijakan itu bersifat imbauan dan strategi jangka panjang, bukan kewajiban yang memaksa masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga memastikan stok BBM tetap aman serta menerapkan berbagai langkah efisiensi energi, seperti kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi ASN, pembatasan perjalanan dinas, hingga penguatan program energi alternatif seperti biodiesel B50.
Tidak ada kebijakan yang mewajibkan masyarakat mengganti kendaraan menjadi motor listrik.
Berita Terkait
-
Bahlil Ungkap Biang Kerok Antrean BBM Subsidi, Soroti Mobil Pajero
-
Foto Selfie Putin dan Pemimpin Dunia Tanpa Prabowo Ternyata AI, Sosok Orang Mati Jadi Petunjuk
-
Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?
-
MTI Minta Insentif Motor Listrik Dievaluasi, Subsidi Dialihkan ke Bus Listrik
-
Genjot Investasi Lokal, Thailand Mulai Naikkan Pajak Impor Mobil Listrik
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh
-
LPS Medan Ajak Anak Muda Naik Level: Melek Finansial, Kreatif, dan Siap Berbisnis
-
Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus
-
Siswa di Asahan Diduga Keracunan MBG dari SPPG Polres Asahan, Kapolda Didesak Turun Tangan
-
Kabur Usai Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Begal Sadis di Medan