Suhardiman
Senin, 20 April 2026 | 16:42 WIB
Ilustrasi kecelakan kereta api. [AI/ChatGPT]
Baca 10 detik
  • Pengemudi ojol bernama Rajali tewas tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu Medan pada Senin, 20 April 2026.
  • Korban tertabrak saat mengantar penumpang yang kini selamat dengan luka ringan setelah terpental ke area kandang ternak.
  • Kepolisian dan warga melakukan evakuasi jenazah korban serta identifikasi di lokasi kejadian setelah insiden tabrakan kereta api tersebut.

SuaraSumut.id - Kecelakaan maut terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Jalan Elang, Kelurahan TSM 3, Kecamatan Medan Denai, Senin, 20 April 2026.

Seorang driver ojek online (ojol) bernama Rajali (38), warga Jalan Pelita II Gang Tangga Batu, Kelurahan Sidorame Barat II, Kecamatan Medan Perjuangan, meninggal dunia setelah tertabrak kereta api.

Benturan keras membuat tubuh korban terpental hingga masuk ke area kandang ternak babi yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Sementara itu, penumpang perempuan yang saat itu dibonceng korban hanya mengalami luka ringan dan syok. Sepeda motor yang dikendarai korban juga terseret hingga ratusan meter dari titik tabrakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, sebelum insiden tragis itu terjadi, Rajali diketahui sedang mengantar seorang penumpang wanita dari kawasan Jalan Rajawali Perumnas Mandala menuju Jalan Padang.

Saat melintasi rel kereta api tanpa palang pengaman, korban diduga kurang memperhatikan situasi sekitar dan tidak melihat ke arah kanan maupun kiri. Tanpa menyadari adanya kereta api yang melaju dari arah Medan menuju Bandara Kualanamu, korban langsung melintas.

Dalam sekejap, kereta api menghantam sepeda motor yang dikendarainya. Akibat tabrakan tersebut, korban terpental ke kandang babi di sekitar lokasi. Penumpangnya selamat meski mengalami luka ringan akibat insiden tersebut.

Motor korban terseret cukup jauh hingga ratusan meter. Warga yang melihat kejadian itu langsung berusaha memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

Rajali ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan, di antaranya kaki kanan robek, tangan kiri patah, serta luka di sejumlah bagian tubuh.

Tak lama setelah kejadian, sekitar seratus pengemudi ojol berdatangan ke lokasi untuk memastikan kondisi rekan mereka. Personel dari Polsek Medan Area bersama Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) juga hadir di lokasi, namun belum dapat melakukan penanganan lebih lanjut karena masih menunggu kedatangan Tim Inafis Polrestabes Medan.

Setelah lebih dari satu jam menunggu, Tim Inafis akhirnya tiba dan langsung melakukan identifikasi terhadap jenazah korban. Keluarga korban bersama para driver ojol turut membantu mengangkat jenazah dari kandang babi tempat korban terjatuh.

Meski demikian, proses evakuasi sempat terkendala karena ambulans belum tersedia. Jenazah akhirnya dibawa terlebih dahulu ke kawasan Jalan Rajawali sambil menunggu ambulans datang. Ratusan warga bersama para driver ojol tetap berada di sekitar lokasi untuk menjaga jenazah korban.

Kapolsek Medan Area, AKP Ainul Yaqin saat dikonfirmasi SuaraSumut.id membenarkan adanya peristiwa kecelakaan itu.

"Saat ini kita masih menunggu mobil ambulan untuk mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit," ujar Kapolsek.

Kontributor : M. Aribowo

Load More