- Tim gabungan TNI dan Polri menertibkan tambang emas ilegal di Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie pada 24 April 2026.
- Aparat membakar peralatan tambang yang ditinggalkan penambang untuk mencegah aktivitas ilegal berulang di lokasi penambangan tersebut.
- Petugas melakukan sosialisasi dan memasang spanduk larangan guna mengedukasi masyarakat terkait konsekuensi hukum serta dampak kerusakan lingkungan.
SuaraSumut.id - Tim gabungan menertibkan sejumlah tambang emas ilegal yang berada di kawasan Geumpang, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.
Penindakan ini dilakukan setelah sebelumnya aparat memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan aktivitas tambang ilegal.
"Penertiban tambang emas ilegal dilakukan di sejumlah titik di Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, pada Kamis, 24 April 2026. Beberapa tambang emas yang ditinggal penambang ditutup," kata Kasat Reskrim Polres Pidie, Iptu Mirzan, Senin, 27 April 2026.
Lokasi tambang yang ditertibkan sebelum telah dipetakan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Pidie bersama Polsek Geumpang.
Lokasi tambang yang ditutup di antara di kawasan Alue Inti, Gampong Pulo Lhoih. Tim gabungan Polri dan TNI memasang tanda dilarang masuk dan tanda larangan menambang di kawasan tersebut.
Lokasi tambang emas ilegal tersebut sudah ditinggalkan penambangnya. Saat tiba di lokasi tim hanya menemukan sejumlah alat penambangan yang ditinggal penambang," kata Mirzan.
Alat penambangan yang ditemukan di antaranya dua penyaringan emas atau asbuk terbuat dari kayu, serta dua kamp atau tenda yang ditinggal para penambang.
"Semua barang penambang yang ditinggalkan tersebut dibakar guna mencegah praktik penambangan kembali di lokasi tersebut," kata perwira pertama Polres Pidie tersebut.
Selain penertiban, tim gabungan Polri dan TNI juta menyosialisasikan pencegahan praktik penambangan emas ilegal kepada masyarakat di kawasan tersebut. Tim gabungan memasang spanduk larangan agar masyarakat tidak menambang emas secara ilegal.
"Sosialisasi tersebut sebagai langkah pencegahan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak hukum dan lingkungan dari praktik tambang emas ilegal. Kami mengedepankan sosialisasi dan edukasi bahaya tambang ilegal kepada masyarakat," kata Mirzan.
Berita Terkait
-
Indonesia Punya Banyak Tambang Emas, Harus Diolah di Dalam Negeri
-
Berkedok Bengkel di Pidie, Jaringan Clandestine Lab Racik Sabu 'Blue Ice' Berkualitas Super
-
Bongkar Pabrik Sabu Berkedok Bengkel di Aceh, Polisi Tetapkan 10 Tersangka Termasuk 2 WNA China
-
Sindikat Curanmor Sumatera Terbongkar, 12 Tersangka dan 21 Motor Diamankan
-
Tradisi Smong Simeulue: Bukti Cerita Rakyat Mampu Mitigasi Tsunami Aceh
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Polisi Gerebek Gudang Pinang Narkoba di Deli Serdang, Sita 3 Kg Sabu-10 Ribu Ekstasi
-
Imigrasi Sumut Sapu Bersih Penghargaan di Bimtek PIMPASA 2026
-
Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama
-
Remaja Hanyut di Sungai Langkat Ditemukan Meninggal Dunia
-
Viral Guru Agama di Deli Serdang Diamuk Warga Diduga Lecehkan Siswi SD