- Kenaikan harga BBM nonsubsidi mendorong masyarakat melirik mobil diesel lawas karena mampu menggunakan bahan bakar biosolar yang murah.
- Toyota Kijang Kapsul, Isuzu Panther, dan Mitsubishi Kuda menjadi rekomendasi kendaraan tangguh dengan harga jual pasar yang bervariasi.
- Pengguna wajib melakukan perawatan rutin seperti penggantian filter solar agar performa mesin tetap terjaga dan menghindari kerusakan fatal.
SuaraSumut.id - Kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Dexlite bukan cuma bikin dompet menipis, tapi juga mengubah peta pilihan kendaraan. Di saat mobil modern makin canggih, mobil diesel lawas justru kembali dilirik karena satu hal penting, yaitu lebih tahan pakai biosolar murah.
Mesin diesel generasi lama dirancang lebih sederhana, tanpa tekanan tinggi ala common rail. Hasilnya? Lebih “kuat mental” menghadapi kualitas bahan bakar yang fluktuatif.
Berikut rekomendasi mobil diesel lawas yang dinilai masih aman menggunakan biosolar:
Mobil ini dikenal sebagai salah satu legenda keluarga Indonesia. Mesin 2L mampu mengonsumsi biosolar tanpa 'rewel'. Di pasar mobil bekas, Kijang Kapsul dijual pada kisaran Rp50 juta hingga Rp70 jutaan.
Yang perlu diingat, perawatan seperti penggantian filter solar ketika servis berkala dan purging injector diperlukan untuk menjaga performa.
Mobil ini dikenal bandel. Mesin 4JA1-nya sudah terbukti tahan segala kondisi. Di psar mobil bekas, Isuzu Panther dijual pada kisaran Rp60 juta-Rp200 jutaan.
Kelebihannya super awet dan mudah dirawat. Namun, Anda harus lebih rutin mengganti filter solar untuk mencegah penyumbatan akibat residu.
3. Mitsubishi Kuda
Pilihan underrated yang tetap tangguh untuk harian dengan konsumsi biosolar. Di pasar mobil bekas, Mitsubishi Kuda dijual pada kisaran harga Rp50 juta-Rp60 jutaan.
Kelebihan mesin simpel dan tahan banting. Namun, risikonya adalah injector rawan kotor jika jarang servis.
Mobil diesel lawas bukan sekadar kendaraan. Ini adalah strategi bertahan di tengah mahalnya BBM. Namun, banyak yang salah kaprah, murah di bahan bakar bukan berarti bebas biaya.
Kalau perawatan diabaikan, justru biaya perbaikan bisa lebih mahal dari penghematan BBM itu sendiri.
Berita Terkait
-
Sering Diremehkan Karena Tua, Hatchback Rp 85 Jutaan Ini Simpan Teknologi yang Bikin Ketagihan
-
Mekanik Menyerah Bikin Innova Bensin Irit, Cek 4 Mobil Bekas 1200cc Hemat BBM Ini
-
5 Mobil Paling Irit Bensin dan Awet untuk Keluarga: Muat 7 Penumpang, Cocok Gantikan Innova
-
Bukan LCGC, Pakar Ungkap Inilah Mobil Keluarga 100 Jutaan yang Layak Dibeli
-
5 Mobil Murah dan Bandel Cocok untuk Belajar Nyetir, Intip Rekomendasi Pakar
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
TNI AL Gerebek Pesta Sabu di Tengah Laut, 6 Awak Kapal Ikan Ditangkap
-
Gara-gara Baju Ketat! 46 Warga Aceh Barat Terjaring Razia, Langgar Aturan Busana Syariat
-
Dua Pelaku Zina Dicambuk 100 Kali di Depan Publik, Aceh Barat Kirim Pesan Tegas Penegakan Syariat
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan