Suhardiman
Senin, 27 April 2026 | 14:20 WIB
ilustrasi Isuzu Panther (dibuat dengan AI)
Baca 10 detik
  • Kenaikan harga BBM nonsubsidi mendorong masyarakat melirik mobil diesel lawas karena mampu menggunakan bahan bakar biosolar yang murah.
  • Toyota Kijang Kapsul, Isuzu Panther, dan Mitsubishi Kuda menjadi rekomendasi kendaraan tangguh dengan harga jual pasar yang bervariasi.
  • Pengguna wajib melakukan perawatan rutin seperti penggantian filter solar agar performa mesin tetap terjaga dan menghindari kerusakan fatal.

SuaraSumut.id - Kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Dexlite bukan cuma bikin dompet menipis, tapi juga mengubah peta pilihan kendaraan. Di saat mobil modern makin canggih, mobil diesel lawas justru kembali dilirik karena satu hal penting, yaitu lebih tahan pakai biosolar murah.

Mesin diesel generasi lama dirancang lebih sederhana, tanpa tekanan tinggi ala common rail. Hasilnya? Lebih “kuat mental” menghadapi kualitas bahan bakar yang fluktuatif.

Berikut rekomendasi mobil diesel lawas yang dinilai masih aman menggunakan biosolar:

1. Toyota Kijang Kapsul

Mobil ini dikenal sebagai salah satu legenda keluarga Indonesia. Mesin 2L mampu mengonsumsi biosolar tanpa 'rewel'. Di pasar mobil bekas, Kijang Kapsul dijual pada kisaran Rp50 juta hingga Rp70 jutaan.

Yang perlu diingat, perawatan seperti penggantian filter solar ketika servis berkala dan purging injector diperlukan untuk menjaga performa.

2. Isuzu Panther

Mobil ini dikenal bandel. Mesin 4JA1-nya sudah terbukti tahan segala kondisi. Di psar mobil bekas, Isuzu Panther dijual pada kisaran Rp60 juta-Rp200 jutaan.

Kelebihannya super awet dan mudah dirawat. Namun, Anda harus lebih rutin mengganti filter solar untuk mencegah penyumbatan akibat residu.

3. Mitsubishi Kuda

Pilihan underrated yang tetap tangguh untuk harian dengan konsumsi biosolar. Di pasar mobil bekas, Mitsubishi Kuda dijual pada kisaran harga Rp50 juta-Rp60 jutaan.

Kelebihan mesin simpel dan tahan banting. Namun, risikonya adalah injector rawan kotor jika jarang servis.

Mobil diesel lawas bukan sekadar kendaraan. Ini adalah strategi bertahan di tengah mahalnya BBM. Namun, banyak yang salah kaprah, murah di bahan bakar bukan berarti bebas biaya.

Kalau perawatan diabaikan, justru biaya perbaikan bisa lebih mahal dari penghematan BBM itu sendiri.

Load More