- Mhd. Sahili tewas setelah dikeroyok sekelompok pemuda di Lapangan Bola Ketapa, Langkat, pada Rabu malam, 20 Mei 2026.
- Korban mengalami luka tusuk dan patah tulang akibat penganiayaan menggunakan senjata tajam, kayu, serta bambu oleh pelaku.
- Polsek Pangkalan Susu menangkap empat pelaku berinisial AL, MF, ZF, dan RS beserta barang bukti untuk proses hukum.
SuaraSumut.id - Seorang pemuda bernama Mhd. Sahili (21), warga Kecamatan Brandan Barat, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan secara bersama-sama.
Dalam kasus ini, empat orang ditangkap. Peristiwa terjadi pada Rabu malam, 20 Mei 2026 sekitar pukul 23.00 WIB di Lapangan Bola Ketapa Negeri Aru, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.
Kapolsek Pangkalan Susu AKP Dedi Y.P. Ginting mengatakan, awalnya terjadi keributan dan perkelahian antar kelompok anak muda di lokasi tersebut.
Korban saat itu berada di lapangan bersama sejumlah anak muda lainnya ketika situasi memanas dan berujung bentrokan.
“Dalam kejadian tersebut korban diduga dikeroyok secara bersama-sama oleh para pelaku hingga mengalami luka berat," kata Dedi, melansir Antara, Sabtu, 23 Mei 2026.
Para pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban menggunakan tangan kosong, kayu broti, bambu dan senjata tajam.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka tusuk pada paha kanan, luka berat pada bagian kepala dan wajah serta patah tulang hidung hingga akhirnya meninggal dunia.
"Korban sempat dibawa warga ke Puskesmas Bukit Jengkol untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun korban dinyatakan meninggal dunia sebelum mendapat penanganan medis," jelasnya.
Petugas yang mendapat laporan turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP serta memeriksa saksi-saksi.
Singkat cerita, petugas pun mengamankan empat orang diduga pelaku berinisial
AL (22), MF (21), ZF (23) dan RS (23).
Dari tangan para pelaku, petugas turut mengamankan barang bukti berupa senjata tajam, kayu broti, bambu, pakaian bercak darah dan barang lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.
“Saat ini para pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Pangkalan Susu guna menjalani proses hukum lebih lanjut," katanya.
Berita Terkait
-
Kadet Unhan Diduga Aniaya Siswa Sekolah Rakyat di Jember, Gus Ipul: Tak akan Kami Diamkan
-
Dua Anggota DPRD Pekanbaru Ribut Saling Cekik di Bandara Soetta, Polisi Kantongi Bukti CCTV
-
Mahasiswa ITB Meninggal saat Ikut Ultra Marathon 2026, Sempat Dirujuk ke RS
-
Bapenda Sumut Jemput Bola, Permudah Warga Bayar Pajak Lewat Operasi Sadar Pajak
-
Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Sedekah Energi Tenaga Surya untuk Sumatera Utara, Kolaborasi Al Washliyah-Green Justice Indonesia
-
Imigrasi Sumut Dukung Pengungkapan Penyelundupan Ketamine Senilai Rp3,48 Triliun
-
5 Cara Ampuh Merawat Perabotan Kayu agar Bebas Debu, Tetap Mengilap dan Awet
-
Dari AI yang Menjawab ke AI yang Bertindak
-
BRI Siapkan Buyback Saham hingga Rp1 Triliun, Bidik Optimalisasi Nilai Pemegang Saham