Liberty Jemadu
Sabtu, 23 Mei 2026 | 23:19 WIB
Seorang ibu dan anaknya di Aceh Barat menyalakan penerangan tradisional akibat pemadaman listrik bergilir pada Sabtu malam (23/5/2026). [Antara]
Baca 10 detik
  • PLN masih menerapkan pemadaman listrik bergilir di Aceh hingga Sabtu malam, 23 Mei 2026.
  • Gangguan transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai akibat cuaca ekstrem memicu pemadaman listrik massal di seluruh sistem kelistrikan Sumatera.
  • PLN sedang melakukan proses penormalan listrik secara bertahap dengan memprioritaskan keamanan sistem serta operasional pembangkit di wilayah terdampak.

SuaraSumut.id - Jaringan listrik di Aceh belum seluruhnya pulih hingga Sabtu malam (23/5/2026). PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh mengatakan pihaknya memberlakukan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah di provinsi setempat guna menjaga keandalan sistem.

"Saat ini PLN melakukan manajemen beban di sejumlah wilayah Provinsi Aceh dan penormalan akan dilakukan bertahap," kata Manager Komunikasi & TJSL PLN UID Aceh Lukman Hakim di Banda Aceh.

Ia menjelaskan manajemen beban tersebut diterapkan sehubungan dengan upaya pemulihan sistem kelistrikan Sumatra pascagangguan transmisi 275 kV Muara Bungo - Sungai Rumbai akibat cuaca ekstrem.

"Langkah ini dilakukan secara terukur untuk menjaga keandalan sistem dan mempercepat pemulihan kelistrikan secara bertahap," katanya.

Menurut dia, penormalan listrik untuk Wilayah Aceh akan dilakukan secara bertahap.

"Kami berharap masyarakat tetap bersabar, karena saat ini tim terus bekerja di lapangan untuk menormalkan kembali listrik di seluruh Aceh," katanya.

PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Informasi perkembangan penanganan gangguan dapat dipantau melalui PLN Mobile dan Contact Center PLN 123.

Sejumlah warga menunggu pasokan listrik kembali menyala dengan penerangan lilin saat terjadi pemadaman listrik di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (23/5/2026). [Antara]

Akibat cuaca buruk

Sebelumnya PT PLN menyampaikan “blackout” atau pemadaman listrik massal di Sumatera pada Jumat (22/5/2026) sejak pukul 18.44 WIB disebabkan oleh cuaca buruk yang kemudian berdampak pada sebagian sistem kelistrikan Sumatera.

Baca Juga: PLN Investigasi Penyebab Blackout Sumatera Utara: Ini Bedanya dengan Mati Lampu Biasa

“Gangguan pada ruas transmisi berdampak meluas pada sebagian sistem transmisi Sumatera, mengakibatkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino gangguan di sejumlah wilayah,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Sabtu.

Darmawan mengatakan bahwa sejak awal gangguan terjadi Jumat sore sekitar pukul 18.44 WIB. PLN langsung bergerak melakukan pemeriksaan dan pemulihan sistem kelistrikan.

Ia menjelaskan dalam waktu sekitar dua jam, jaringan transmisi yang terganggu berhasil dipulihkan kembali.

Usai berhasil memulihkan jaringan transmisi, lanjut Darmawan, fokus utama PLN adalah mengoperasikan kembali pembangkit-pembangkit yang sebelumnya terdampak untuk kemudian diselaraskan kembali dengan sistem transmisi yang telah siap.

Ia menjelaskan proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai respons cepat untuk mempercepat pemulihan awal.

“Sementara pembangkit thermal seperti PLTU membutuhkan waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam mulai dari start-up, sinkron dan beroperasi penuh,” kata dia.

Load More