- Pemadaman listrik total di Kota Medan pada 22–23 Mei 2026 menyebabkan pelaku usaha warung dan coffee shop merugi.
- Blackout tersebut memaksa para pelaku usaha menutup tempat usahanya lebih awal karena ketiadaan pasokan listrik selama operasional.
- Para pemilik usaha kehilangan pendapatan harian dan mendesak PLN memberikan kompensasi berupa potongan biaya atau bonus token listrik.
Ia berharap kompensasi dapat diberikan kepada masyarakat maupun pelaku usaha kecil yang mengalami kerugian selama blackout berlangsung.
“Haruslah ada kompensasi. Dari 24 jam ini kerugian aku terima, kan,” ujarnya.
Menurut Bonyak, kompensasi tidak harus selalu berupa uang tunai. Ia menilai potongan pembayaran listrik atau tambahan token listrik bisa menjadi solusi yang meringankan beban pelanggan.
“Minimal ada potongan bayar listrik, atau diskon kek. Yang bayar bulanan mungkin bayar setengah bulan. Kalau yang pakai token, dikasih bonus KWH,” katanya.
Sebagai pelaku usaha, ia mengaku kehilangan target pendapatan harian selama dua hari blackout berlangsung.
“Biasanya setiap hari aku tembus target. Dalam waktu dua hari, dua kali target hilang. Itu kerugian, 100 persen kerugian,” tutupnya.
Terpisah, pemadaman listrik massal juga membuat pelaku usaha warung nasi di Medan menjerit.
Warung nasi Bunda Ika yang berada di Jalan Perjuangan, Setia Budi, Medan, yang biasanya buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 19.00 WIB, mengaku mengalami penurunan omzet cukup drastis selama pemadaman listrik terjadi.
Reza, anak pemilik Warung Bunda Ika, mengatakan kondisi warung menjadi jauh lebih sepi dibanding hari biasanya. Menurutnya, blackout membuat target penjualan harian tidak tercapai.
“Omzet pasti berkurang bang. Yang pasti sepi dari biasanya, jauh dari target," jelasnya.
Ia menyebut, dalam kondisi normal omzet harian warung bisa mencapai sekitar Rp500 ribu per hari. Namun saat listrik padam, pemasukan yang didapat hanya berkisar Rp200 ribuan.
Kontributor : M. Aribowo
Berita Terkait
-
BEM FT UI Minta Pengusutan Korupsi Batu Bara PLTU Bebas Intervensi dan Transparan
-
BEM FTI Trisakti Minta Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU PLN Diusut hingga Aktor Intelektual
-
DPR Minta Kasus Korupsi Batu Bara PLN Dibuka Tuntas, Bukan Berhenti di Penyitaan Aset
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Ibu Kerja ke Malaysia, Remaja di Langkat Jadi Korban Rudapaksa Ayah Kandung
-
BPODT Perkuat Kapasitas Internal, Hadirkan Viera Lovienta-Medsos untuk Dorong Promosi Danau Toba
-
Helikopter Wakil Presiden Jatuh Saat Lepas Landas, Penumpang Selamat
-
Viral Anggota Satpol PP Bireuen Joget Acungkan Jari Tengah, Kini Minta Maaf
-
Diduga Alami Gangguan Jiwa, Anak Perempuan Tega Habisi Ibu Kandung di Siantar