- Wilayah Sumatera Bagian Utara mengalami pemadaman listrik total selama lebih dari 27 jam pada Mei 2026.
- Ketua LAPK menuntut investigasi menyeluruh untuk menentukan penyebab teknis serta mengevaluasi sistem manajemen jaringan distribusi kelistrikan.
- Pemadaman massal tersebut menyebabkan kerugian ekonomi signifikan serta mengganggu aktivitas pelayanan publik dan kebutuhan harian masyarakat.
SuaraSumut.id - Listrik padam total atau blackout yang melanda wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memunculkan pertanyaan besar terkait ketahanan sistem kelistrikan nasional.
Meski kondisi listrik di sejumlah daerah mulai berangsur pulih, namun peristiwa blackout ini perlu diusut secara menyeluruh.
"Pengusutan penting dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab utama gangguan, apakah murni faktor teknis, lemahnya sistem mitigasi risiko, kegagalan manajemen jaringan distribusi, atau adanya kelalaian dalam pengawasan dan pengambilan keputusan," kata Ketua LAPK Padian Adi S Siregar, Senin, 25 Mei 2026.
Selain itu, pengusutan juga penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang seperti blackout besar yang pernah terjadi sebelumnya.
"Masyarakat berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, mengapa gangguan dapat meluas hingga berdampak pada banyak wilayah, dan sejauh mana kesiapan sistem kelistrikan nasional dalam menghadapi gangguan besar," ujarnya.
Selain aspek teknis, evaluasi juga perlu menyentuh aspek tata kelola dan tanggung jawab manajemen.
Sebab, pemadaman massal yang berlangsung lama bukan hanya persoalan gangguan listrik biasa, tetapi sudah berdampak terhadap pelayanan publik, aktivitas ekonomi, dan hak masyarakat sebagai konsumen.
Pemadaman listrik diketahui berlangsung hingga lebih 27 jam. Akibatnya, pelanggan mengalami kerugian besar.
Tidak hanya kerugian material langsung akibat padamnya listrik dan kerusakan perangkat elektronik, tetapi juga kerugian tambahan yang muncul selama pemadaman berlangsung.
Banyak masyarakat harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bahan bakar genset, lilin, lampu darurat, hingga kebutuhan lain untuk mempertahankan aktivitas rumah tangga maupun usaha mereka selama listrik padam lebih dari satu hari.
Berita Terkait
-
Mati Listrik di Cirendeu Sudah Pulih, PLN Ungkap Penyebabnya
-
Listrik Padam, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta, Kantor PLN Palangka Raya Disegel
-
Gubsu Bobby Nasution Resmikan Wings Air Terbang ke Madina, Perkuat Konektivitas
-
Tarif Listrik PLN per 1 Agustus 2026, Cek Tarif per kWh untuk Semua Golongan Pelanggan
-
Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Polres Batu Bara Ungkap 10 Kasus 3C, 17 Tersangka Diamankan
-
Perampok Bunuh Sopir Taksi Online di Deli Serdang Ditangkap, Motif Terdesak Beli Sabu
-
DJ Cantik di Medan Ditangkap Edarkan Vape Narkoba Merk Batman
-
Paparkan Gagal-Berhasilnya Ekonomi, Aktivis Mahasiswa: Kritik Anggota DPRD Medan Harus Pakai Data
-
Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Bappeda Langkat, Diduga Rebutan Proyek