Suhardiman
Senin, 25 Mei 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi pemadaman listrik massal atau blackout. [Ist]
Baca 10 detik
  • Empat warga meninggal dunia akibat keracunan asap genset saat terjadi pemadaman listrik massal di Pulau Sumatera pada Mei 2026.
  • Dua karyawan toko di Kabupaten Batubara tewas karena menghirup asap mesin genset di dalam ruko tertutup pada Sabtu siang.
  • Dua remaja di Kabupaten Tanah Datar meninggal dunia setelah menghirup asap genset saat mengisi daya baterai ponsel di masjid.

SuaraSumut.id - Sebanyak tujuh warga dilaporkan menjadi korban saat listrik padam massal atau blackout di Pulau Sumatera.

Dari jumlah tersebut, empat orang dilaporkan meninggal dunia. Sedangkan tiga lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.

Di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, dua karyawan toko ditemukan meninggal dunia pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Kedua korban berinisial RR (24) AA (22) diduga tewas akibat keracunan asap mesin genset yang digunakan saat pemadaman listrik terjadi.

Sementara dua korban lainnya M (22) dan DCA (17) selamat dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

"Dua korban dinyatakan meningal dunia," kata Kasi Humas Polres Batu Bara AKP P Tamba, melansir Antara, Minggu, 24 Mei 2026.

Peristiwa yang terjadi di ruko di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB.

Saat itu rekan kerja korban datang untuk membuka toko. Saat tiba di lokasi, kondisi ruko masih tertutup dan tidak ada respons dari dalam.

Rekan kerja korban sempat mencoba menghubungi salah satu korban, namun panggilan tidak dijawab.

Karena curiga, pimpinan toko lalu meminta bantuan warga sekitar untuk membuka paksa pintu ruko. Setelah pintu berhasil dibuka, para korban ditemukan berada di dalam ruangan.

Sementara itu, tiga remaja di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, diduga keracunan akibat menghirup asap genset masjid saat pemadaman listrik terjadi.

Dalam insiden tersebut, dua orang meninggal dunia dan satu kritis dirawat di rumah sakit. Ketiganya merupakan pelajar dari sekolah yang berbeda.

Kedua korban meninggal berinisial GA (15) dan HAK (15). Sedangkan satu korban inisial H (16) menjalani perawatan di rumah sakit.

Informasi yang dihimpun, ketiga remaja ini diketahui menggunakan genset untuk mengisi daya baterai handphone. Kemudian, para korban tertidur di dalam ruangan.

Ketiga korban ditemukan tidak sadarkan diri pada Sabtu, 23 Mei 2026 pagi. Mengetahui hal tersebut, warga membawa para korban ke rumah sakit.

Load More