- Muhammad Rizki dan istrinya asal Aceh menjadi korban perdagangan orang di Kamboja setelah dijanjikan bekerja di Malaysia.
- Korban disekap selama enam bulan tanpa menerima gaji sebelum akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia dengan bantuan Haji Uma.
- Haji Uma melaporkan terdapat ribuan warga Indonesia di Kamboja yang terkendala masalah dokumen untuk proses pemulangan ke Tanah Air.
SuaraSumut.id - Seorang pria bernama Muhammad Rizki (26) asal Blang Pulo, Lhokseumawe, Aceh, menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja bersama istrinya.
Sebelum dipulangkan, korban sempat terlantar selama enam bulan. Kasus ini bermula saat Rizki dan istrinya habis masa kerja di Batam, Kepulauan Riau.
Ia dihubungi seorang agen yang menawarkan kerja di Malaysia. Keduanya dijanjikan bekerja sebagai tenaga pemasaran, sehingga korban tergiur.
Saat tiba di Malaysia, keduanya malah diberangkatkan ke Kamboja. Ponsel korban disita dan mereka kerja tidak digaji.
"Ditawarkan pekerjaannya sebagai marketing, tetapi itu hanya rekayasa dan modus para agen supaya korban mau berangkat. Awalnya dijanjikan ke Malaysia, tetapi kemudian dibawa ke Vietnam dan akhirnya ke Kamboja," kata Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman Haji Uma, melansir Antara, Senin, 6 Juli 2026.
Setelah mendapat laporan, Haji Uma membantu sebagian pemulangan dan sisanya ditanggung pihak keluarga. Biaya pemulangan korban disebut mencapai Rp 15 juta.
Rizki dan istrinya tiba di Indonesia pekan lalu. Saat ini korban sudah tiba di rumah orang tuanya di Desa Blang Pulo Kota Lhokseumawe.
Haji Uma mengungkapkan terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja untuk membantu proses pemulangan warga Indonesia yang menjadi korban TPPO.
"Berdasarkan laporan dari Duta Besar, saat ini sekitar 2.000 warga Indonesia berada di penampungan imigrasi di Kamboja. Kendala utama pemulangan adalah banyak yang memiliki dokumen tidak lengkap atau masa berlaku paspornya telah habis," ucapnya.
Baca Juga: Wanita Aceh Terlantar di Malaysia Usai Kabur dari Kejaran Agen Akhirnya Dipulangkan
Berdasarkan informasi yang diterimanya, saat ini terdapat lebih dari 48 ribu warga Indonesia berada di Kamboja. Sebagian diantaranya diduga bekerja pada perusahaan yang berkaitan dengan praktik penipuan daring atau online scam.
Haji Uma kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan bergaji tinggi di negara-negara yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan praktik TPPO, seperti Kamboja dan Laos.
Sebaiknya, jika ingin bekerja ke luar negeri, maka harus menempuh jalur resmi melalui instansi pemerintah.
Berita Terkait
-
4 ABK Kapal Cumi Diduga Disiksa dan Dieksploitasi, Polisi Usut Dugaan TPPO
-
Ditawari Kerja di Restoran hingga Bengkel, Warga Malah Direkrut Jadi ABK
-
16 Tahun Perjalanan Mary Jane hingga Bebas, Komnas HAM Soroti Perlindungan Korban TPPO
-
Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan
-
Kamboja Tutup Markas Penipuan Siber, Tahan Puluhan Ribu Pelaku
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga
-
Brand Finance 2026: Nilai Merek BRI Capai USD6,9 Miliar, Tertinggi di Indonesia
-
7 Cara Menata Kamar Tidur Sempit dengan Kasur Besar agar Terasa Lebih Luas dan Nyaman
-
6 Kombinasi Warna Rumah yang Estetik: dari Biru Sage hingga Hitam Putih
-
Kecelakaan Maut di Aceh Selatan, Dua Remaja Tewas