Suhardiman
Selasa, 07 Juli 2026 | 11:24 WIB
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bersama Plt Bupati Langkat Tiorita Surbakti. [dok Diskominfo Sumut]
Baca 10 detik
  • Wakil Bupati Tiorita Surbakti resmi menjabat sebagai Pelaksana Tugas Bupati Langkat menggantikan Syah Afandin yang ditangkap KPK.
  • Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyerahkan Surat Keputusan penunjukan Tiorita Surbakti pada hari Senin, 6 Juli 2026.
  • Tiorita berkomitmen menjaga integritas aparatur sipil negara serta meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

SuaraSumut.id - Penunjukan dilakukan setelah Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Tiorita Surbakti merupakan istri dari narapidana kasus koruptor Terbit Rencana Perangin Angin yang pernah menjabat sebagai Bupati Langkat.

Tiorita resmi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat. SK itu diserahkan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, pada Senin, 6 Juli 2026.

Tiorita Surbakti mengaku akan berusaha lebih baik lagi untuk mencapai kepercayaan masyarakat.

"Saya akan berusaha lebih maju mencapai kepercayaan masyarakat lagi kepada kami," kata Tiorita.

Ia juga berkomitmen untuk mengarahkan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Langkat agar senantiasa menjaga integritas dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan, penunjukkan Tiorita sebagai Plt Bupati Langkat merupakan tindak lanjut dari koordinasi intensif Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dengan Kemendagri.

"Kita diminta segera untuk melaksanakan, agar berjalannya roda pemerintahan tetap normal. Kami sudah menyerahkan Surat Keputusan untuk Wakil Bupati menjadi Pelaksana Tugas Bupati," ujar Bobby.

Bobby juga mengingatkan Tiorita agar menjaga integritas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Menurut Bobby, ASN harus menjalankan fungsi sebagai pelayan masyarakat secara profesional.

"Jangan jadikan ASN memiliki dua pilihan, melayani masyarakat atau melayani pimpinan. Itu tidak boleh terjadi," kata Bobby.

Load More