Suhardiman
Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:18 WIB
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Sebuah Mercedes-Benz menabrak warung mi di Deli Serdang pada Rabu malam, (28/10/2026).
  • Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan menyebabkan empat korban lainnya mengalami luka-luka.
  • Pengemudi mobil berinisial R telah diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan terkait insiden tersebut.

SuaraSumut.id - Sebuah mobil mewah Mercedes-Benz GLC 300 menabrak warung mi balap di pinggir Jalan Rumah Sakit Haji Medan, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu (28/10/2026) malam.

Kecelakaan maut itu merenggut satu nyawa dan menyebabkan empat orang lainnya terluka. Mobil Mercedes-Benz bernomor polisi BK 23 YH tersebut diduga kehilangan kendali sebelum menghantam warung yang saat itu menjadi tempat sejumlah orang membeli makanan.

Benturan keras membuat beberapa korban dan kendaraan yang berada di sekitar lokasi terlempar hingga masuk ke parit di depan rumah sakit. Korban meninggal dunia diketahui bernama Mawardi (47), warga Aceh Timur.

Nahas, ia merupakan anggota keluarga pasien yang tengah dirawat di RSU Haji Medan. Saat kejadian, Mawardi sedang keluar untuk membeli makanan.

Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, mengungkapkan mobil tersebut dikemudikan oleh R (44), warga Komplek Mutiara Residence.

"Kedelakaan mengakibatkan satu orang meninggal," kata SL Widodo, Kamis (29/10/2026).

Ia mengatakan, kecelakaan tersebut tidak hanya menghantam warung mi balap, tetapi juga mengenai sejumlah orang dan kendaraan yang berada di sekitar lokasi.

Tiga orang yang sedang membeli makanan, dua penjual mi balap, satu unit becak motor bernomor polisi BK 1743 BS, serta sepeda motor Honda Vario bernomor polisi BM 6826 ZBQ turut terdampak insiden tersebut.

SL Widodo mengatakan, selain Mawardi yang meninggal dunia di lokasi, empat korban lainnya mengalami luka-luka. Mereka adalah dua mahasiswa asal Riau, Beltsazar Pande Situmorang (18) dan Iknatius Fernando Siahaan (18).

Beltsazar dilaporkan mengalami patah tulang kaki kanan, sedangkan Iknatius mengalami luka robek di bagian kepala.

Dua korban lainnya merupakan pasangan suami istri yang berjualan mi balap, yakni Sulaiman Lingga (55) dan Hadijah Hanim Pane (53).

Polisi masih menyelidiki kecelakaan tersebut untuk memastikan penyebab pasti kejadian, termasuk mendalami dugaan kelalaian pengemudi yang salah menginjak pedal gas.

Sri Lestari Widodo menyebutkan, pengemudi berinisial R telah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan mengungkap kronologi lengkap kecelakaan maut tersebut.

"Penyebab kecelakaan masih didalami," katanya.

Load More