Warga mengaku sedikit lega, pasalnya, usai pelaku terungkap dan memilih pergi kini tidak ada lagi yang merasa kehilangan pakaian dalam.
“Sudah setahun ini warga kehilangan pakaian dalamnya. Bisa dibilang pakaian dalam punya satu kampung ini. Jumlahnya ribuan,” katanya.
Azwar juga mengatakan, terkuaknya pencurian pakaian dalam wanita itu bermula dari seorang warga yang mengaku kehilangan pintu besi dan menceritakannya kepada adik SO. Kepala dusun lantas bertanya kepada SO dan memeriksa kamarnya.
So mengakui perbuatannya terkait pencurian kepada Azwar. Tidak hanya pintu besi, SO juga mencuri tabung gas milik warga.
Baca Juga:Geger Temuan Mayat Pria Tanpa Baju Berlumuran Darah di Pasar Batuah
“Tak ada yang menyangka ada kasus seperti ini di kampung ini, kolor ijo,” katanya.
Peristiwa pencurian gas dan sebagainya sebenarnya tidak dipermasalahkan lantaran korban memaafkan pelaku dan berjanji tidak mengulanginya lagi. Namun, terbukanya kasus pencurian pakaian dalam ini membuat warga geram, ditambah algi, situasi ekonomi yang semakin sulit di masa pandemi membuat mereka kehabisan kesabaran.
“SO akhirnya pergi meninggalkan kampung karena malu. Bukan hanya dia yang malu, tapi keluarganya juga malu,” pungkasnya.