Nasib Warga Kampung Aur Medan, Jadi Langganan Banjir Hingga Janji Politik

Bagi Nur, hidup berdampingan dengan banjir merupakan rutinitas yang selalu datang menjelang penghujung tahun.

Suhardiman
Rabu, 30 September 2020 | 19:30 WIB
Nasib Warga Kampung Aur Medan, Jadi Langganan Banjir Hingga Janji Politik
Suasana puluhan rumah di Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun yang terendam banjir (Suara.com/Muhlis)

Semestinya, kanal itu dapat menampung volume air yang masuk ke sungai sehingga tidak meluap.

"Apa fungsinya kanal (bendungan) itu, kalau masih banjir tempat kami. Kalau memang ada niat pemerintah, tak lama mengatasi banjir ini," kata Nur.

M Nur mengatakan, salah satu contoh wilayah yang dahulu menjadi langganan banjir adalah kawasan Multatuli. Namun setelah dikelola oleh pengembang maka wilayah itu bebas banjir.

Oleh karena itu, warga enggan menerima tawaran relokasi dari pemerintah sebagai solusi. Sebab, mereka meyakini usai ditinggal tanah tersebut akan diambil alih pengembang untuk dibangun perumahan dan sejenisnya.

Baca Juga:Ratusan Spanduk Sosialisasi Pilkada di Samarinda Belum Dilepas

"Yakinlah kalau kami tinggal pasti dibangun mereka ini jadi perumahan. Udah kita tengok itu contohnya Multatuli," jelasnya.

M Nur menuturkan, masyarakat sudah berulang kali mengajukan pengurusan tanah tempat tinggal mereka ke BPN, namun permohonan itu ditolak.

Saat ini yang dipunya oleh masyarakat pinggiran Sungai Deli hanya secarik kertas keterangan dari kelurahan.

"Alasannya macam-macam lah, ada yang katanya tanah ini punya Sultan Deli. Intinya kami tak bisa mengurus surat tanah," pungkasnya.

Kontributor : Muhlis

Baca Juga:Kerumunan Massa saat Tahapan Pilkada, Tito Akui Minim Sosialisasi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini