Ini Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan agar Keuangan Tetap Aman

Jika ketiadaan barang itu membuat orang yang bersangkutan tidak dapat melakukan aktivitas dengan baik, maka barang tersebut dapat digolongkan sebagai kebutuhan.

Suhardiman
Senin, 08 Juni 2026 | 13:43 WIB
Ini Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan agar Keuangan Tetap Aman
Ilustrasi uang. (Unsplash/Mufid Majnun)
Baca 10 detik
  • Perencana keuangan Rista Zwestika menyarankan masyarakat membedakan kebutuhan dan keinginan demi menjaga stabilitas finansial di tengah ketidakpastian ekonomi.
  • Kebutuhan adalah hal esensial untuk aktivitas harian, sedangkan keinginan hanya pelengkap kenyamanan yang tidak mendesak untuk segera dipenuhi.
  • Menerapkan jeda waktu 24 hingga 72 jam sebelum membeli barang dapat mencegah pengeluaran impulsif demi menjaga prioritas keuangan.

SuaraSumut.id - Mengelola keuangan pribadi menjadi tantangan yang semakin besar di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.

Kenaikan harga barang hingga biaya hidup yang terus meningkat sering kali membuat seseorang kesulitan mengontrol pengeluaran.

Salah satu langkah paling penting dalam menjaga stabilitas finansial adalah memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.

Meski terdengar sederhana, banyak orang masih kesulitan membedakan keduanya sehingga pengeluaran bulanan kerap membengkak tanpa disadari.

Perencana keuangan Rista Zwestika mengatakan, cara sederhana yang bisa dilakukan untuk membedakan kebutuhan dengan keinginan adalah mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu.

"Apakah saya tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik jika tidak membeli barang ini sekarang?" kata Rista, melansir Antara, Senin, 8 Juni 2026.

Jika ketiadaan barang itu membuat orang yang bersangkutan tidak dapat melakukan aktivitas dengan baik, maka barang tersebut dapat digolongkan sebagai kebutuhan.

Namun, kalau barang itu hanya diperlukan untuk menambah kenyamanan, mengikuti tren, dan penundaan pembeliannya tidak mengganggu aktivitas utama orang yang bersangkutan, maka barang tersebut lebih dekat pada kategori keinginan.

Ia menyarankan penerapan jeda sebelum memutuskan untuk membeli barang yang tidak direncanakan guna mencegah belanja yang didorong oleh emosi atau keinginan sesaat.

"Misalnya menunggu 24 hingga 72 jam sebelum membeli barang yang tidak direncanakan," ujarnya.

Penerapan jeda sebelum membeli memungkinkan orang untuk mengevaluasi kembali apakah barang yang hendak dibeli benar-benar dibutuhkan.

Kebiasaan menunda keputusan untuk melakukan pembelian bisa mencegah pengeluaran impulsif akibat godaan promosi dan diskon maupun keinginan mengikuti tren.

Ia mengemukakan pentingnya kemampuan membedakan kebutuhan dengan keinginan untuk menetapkan prioritas pengeluaran dan mengatur keuangan pada masa kondisi perekonomian kurang baik.

Kemampuan untuk mengendalikan pengeluaran sehari-hari dan memastikan setiap pembelian sesuai dengan prioritas penting untuk meminimalkan kemungkinan munculnya masalah keuangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini