- Pasutri bersujud di Kantor Gubernur Sumut pada 8 Juni 2026 meminta bantuan biaya pengobatan anak mereka.
- Keluarga kesulitan membayar tagihan rumah sakit sebesar Rp180 juta hingga terpaksa menggadaikan rumah tempat tinggal mereka.
- Dinkes Sumut berhasil menegosiasikan keringanan tagihan rumah sakit serta memberikan edukasi mengenai program pengobatan gratis pemerintah.
SuaraSumut.id - Sepasang suami istri mencuri perhatian publik setelah videonya nekat bersujud di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut). Pasutri nekat bersujud sebagai bentuk permohonan bantuan kepada Gubernur Sumut, Bobby Nasution.
Keduanya mengaku sudah tidak memiliki kemampuan finansial untuk membayar biaya pengobatan anak mereka yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere Medan.
Dengan wajah penuh harap dan mata berkaca-kaca, pasangan tersebut memohon agar pemerintah provinsi dapat membantu meringankan beban yang mereka alami.
Biaya pengobatan sang anak disebut telah membengkak hingga mencapai sekitar Rp180 juta. Dilihat dari video yang beredar, mereka mengaku telah melakukan berbagai upaya demi kesembuhan anaknya.
Bahkan, rumah yang menjadi tempat tinggal keluarga mereka terpaksa digadaikan untuk membiayai perawatan medis yang terus berjalan.
"Bantu kami, Pak. Anak saya terbaring di rumah sakit Mitra Medica Premier, Pak. Biayanya terlalu besar. Saya sudah tidak punya uang lagi. Rumah pun sudah saya gadaikan untuk menebus anak saya," kata sang ibu menangis dilihat Senin, 8 Juni 2026.
Permohonan itu ditujukan langsung kepada Gubernur Sumut Bobby Nasution dengan harapan ada solusi yang dapat membantu keluarga tersebut keluar dari kesulitan yang mereka hadapi.
"Tolong sekali bantu pak," katanya dengan suara bergetar sambil bersujud di depan baliho Bobby Nasution yang dipajang di depan halaman Pemprov Sumut.
Di balik aksi haru yang mereka lakukan, tersimpan perjuangan besar untuk menyelamatkan sang buah hati. Anak mereka kini masih dirawat secara intensif di rumah sakit setelah mengalami luka tusuk yang cukup berat.
Proses pengobatan dan tindakan medis yang harus dijalani membuat tagihan rumah sakit terus meningkat hingga menembus ratusan juta rupiah, jumlah yang diakui keluarga tak lagi sanggup mereka penuhi.
Tagihan Rumah Sakit Mendapat Keringanan
Kadis Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy, mengatakan pihaknya menindaklanjuti informasi terkait tingginya biaya pengobatan pasien tersebut.
Dinkes Sumut bersama Direktur RS Pertamina Pangkalan Brandan melakukan komunikasi dengan pihak Rumah Sakit Mitra Medika Premiere.
Komunikasi tersebut membuahkan hasil berupa pemotongan atau keringanan tagihan rumah sakit bagi keluarga pasien.
"Total tagihan sebesar Rp147 juta. Setelah kami komunikasikan dengan pihak rumah sakit, diberikan keringanan sehingga menjadi Rp129,574 juta," ucapnya.