Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keluarga Tahanan Polsek yang Tewas Mengaku Diintimidasi Oknum

Ari Syahril Ramadhan Sabtu, 17 Oktober 2020 | 11:04 WIB

Keluarga Tahanan Polsek yang Tewas Mengaku Diintimidasi Oknum
Sunarsih, istri Joko Dedi Kurniawan saat memperlihatkan foto suaminya saat ditangkap polisi. [Muhlis/suarasumut.id]

"Ada beberapa yang menghubungi saya dan meminta untuk bertemu, tapi saya bilang waktu itu saya lagi di luar," kata Sri Rahayu, adik kandung korban.

SuaraSumut.id - Keluarga tahanan Polsek Sunggal yang diklaim tewas karena sakit mengaku mendapat intimidasi dari oknum petugas baik secara langsung maupun melalui sambungan telepon.

Keterangan tersebut disampaikan oleh keluarga Joko Dedi Kurniawan saat berada di kantor LBH Medan, Jumat (16/10/2020).

"Ada beberapa yang menghubungi saya dan meminta untuk bertemu, tapi saya bilang waktu itu saya lagi di luar," kata Sri Rahayu, adik kandung korban.

Peristiwa yang dialami oleh pihak keluarga sebagai pencari keadilan atas kejanggalan kematian Joko Dedi Kurniawan selama proses hukum dinilai LBH Medan sebagai bentuk intimidasi atau upaya menakut-nakuti.

"Hal yang kita nilai sebagai dugaan intimidasi itu diterima oleh keluarga dalam beberapa bentuk, ada yang secara terang-terangan dan ada pula melalui telepon," kata Wakil Direktur LBH Medan, Irvan Syahputra.

Dikatakan Irvan, beberapa kali orang yang tidak dikenal oleh keluarga dan mengaku sebagai petugas menghubungi Sri Rahayu melalui sambungan telepon. Mereka selalu mengajak bertemu dengan pihak keuarga dengan cara mengancam.

"Dari balik telepon orang tersebut kita duga ingin bernegosiasi terkait kasus tersebut, namun dengan menakut-nakuti bahkan dengan mengatakan 'sudah ku rekam suara mu ya'," ujarnya menirukan ucapan seseorang dari sambungan telepon.

Lanjut kata Irvan, "intimidasi" melalui sambungan telepon itu dialami oleh keluarga beberapa kali. Diantaranya saat keluarga dan LBH Medan sebagai kuasa hukum membuat laporan di Propam Polda Sumut.

"Waktu kita buat laporan di Propam ada dua kali ditelepon, ada yang mengaku bermarga Samosir, ada yang mengaku bermarga Tarigan. Jadi ada sekitar tiga kali ya," bebernya.

Tindakan yang mengarah pada intimidasi juga dialami oleh Sri Rahayu saat mengantarkan nasi untuk suaminya, Suprianto yang juga ditahan dalam kasus yang menjerat Joko.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait