facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dekan FISIP Maju Kandidat Rektor USU, Ini Program Unggulannya

Suhardiman Selasa, 24 November 2020 | 17:49 WIB

Dekan FISIP Maju Kandidat Rektor USU, Ini Program Unggulannya
Dekan FISIP USU, Dr Muryanto Amin [Foto: Istimewa]

Karena USU harus segera merespon perubahan yang terjadi sangat cepat di luar kampus.

SuaraSumut.id - Penjaringan calon Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) memasuki tahapan pemaparan program kerja, Selasa (24/11/2020).

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Dr Muryanto Amin menjadi salah satu kandidatnya.

Ia memaparkan ada enam program bertajuk 'Transformasi Universitas Sumatera Utara Merespon Disrupsi Dan Hiper Kompetisi Tahun 2021-2026'.

Muryanto Amin menyatakan, USU harus mampu memberikan kontribusi dalam merespon perubahan yang terjadi sangat cepat di era Revolusi Industri 4.0 ini.

Baca Juga: Rektor USU Dituding Tak Punya Hati, Mahasiswa Demo Minta Keringanan UKT

"Revolusi Industri 4.0 menghasilkan fenomena situasi di mana pergerakan dunia industri bergerak cepat (disrupsi) dan hiper kompetisi, sehingga mengharuskan Universitas Sumatera Utara mampu memberikan kontribusi dalam merespon perubahan yang sangat cepat terjadi," kata Muryanto.

Muryanto menyebut, ada 6 usulan dan gagasan program yang akan diprioritaskan jika ia dipercaya memimpin kampus kebanggan Sumatera Utara itu.

Pertama, menerapkan kelembagaan dan tata kelola adaptif. Muryanto menegaskan, re-adjustment dan revitalisasi struktur serta tata kelola menjadi landasan penting agar pengelolaan universitas dapat dilakukan secara fleksibel. Karena USU harus segera merespon perubahan yang terjadi sangat cepat di luar kampus.

"Kelembagaan dan tata kelola yang ketat serta tidak adaptif akan menjebak USU mengalami kesulitan menghasilkan inovasi," ujarnya.

Selain itu, adaptasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, yang dilaksanakan secara integratif.

Baca Juga: Mahasiswa USU Demo soal Uang Kuliah, Bawa Spanduk "Rektor Gak Punya Hati"

Muryanto mengatakan, proses belajar mengajar akan dirumuskan berdasarkan perkembangan kehidupan masyarakat, menyesuaikan kurikulum, metode dan konten pembelajaran yang mengutamakan sharing experience serta menggunakan digital.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait