facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

TP PKK Sumut Gelar Rapid Test dan Swab Gratis untuk Perempuan

Chandra Iswinarno Kamis, 17 Desember 2020 | 14:05 WIB

TP PKK Sumut Gelar Rapid Test dan Swab Gratis untuk Perempuan
Petugas melakukan swab terhadap warga. [Foto: Istimewa]

Kegiatan dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-92 ini diikuti sedikitnya 200 orang perempuan dari berbagai kalangan.

SuaraSumut.id - Tim Penggerak PKK Sumut bersama IKAPTK mengadakan rapid test dan swab gratis, Kamis (17/12/2020).

Kegiatan dalam rangka peringatan Hari Ibu ke-92 ini diikuti sedikitnya 200 orang perempuan dari berbagai kalangan.

Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sumut Hidayati mengatakan, kegiatan ini sangat mendukung upaya Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dalam memasifkan testing, tracing dan treatment atau 3T.

"Gerakan tersebut merupakan kunci menurunkan angka kasus positif dan fatalitas Covid-19, serta melandaikan kurva penularan Covid-19," ujarnya.

Baca Juga: Masyarakat Ramai-ramai Refund Tiket ke Bali dan Cancel Booking Hotel

Ia menjelaskan, kaum ibu juga memiliki posisi yang sangat penting, yakni menjaga keluarganya dengan senantiasa mengingatkan 3M kepada seluruh anggota keluarga.

"Mari bersama-sama memutus rantai penularan Covid-19, terutama kaum perempuan yang memegang peranan penting dalam penerapan 3M di keluarga," ujarnya.

Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi mengatakan, peran ibu dalam penanganan Covid-19 adalah sebagai pengingat anggota keluarganya untuk menerapkan 3M.

"Kecerewetan ibu dalam hal ini memang diperlukan dalam masalah Covid-19. Karena ibu-ibu kalau suaminya berangkat keluar pakai masker, kemana-mana ingatkan pakai masker. Jadi ibu orang yang selalu mengingatkan keluarga," jelasnya.

Salah seorang driver ojol, Erwina Sari mengaku, pekerja jalanan seperti dirinya sangat membutuhkan tes seperti itu.

Pekerjaannya sangat menuntutnya bertemu dengan banyak orang yang berbeda setiap hari. Sehingga berisiko tinggi tertular Covid-19. Apalagi tes swab di luar sangat mahal.

"Kami di jalanan sangat berisiko tinggi karena kami selalu bertemu banyak orang dan berganti-ganti, tidak seperti orang yang jarang keluar," pungkasnya.

Baca Juga: Swab Mandiri Capai 51 Persen, Dinkes DKI Sebut Warga Jakarta Luar Biasa

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait