Awal Tahun BMKG Ingatkan Potensi Hujan Akibat Sirkulasi Angin Eddy

Sirkulasi Eddy di wilayah Samudera Hindia akan berpotensi membawa hujan lebat di Sumatera Selatan.

Tasmalinda
Senin, 04 Januari 2021 | 14:55 WIB
Awal Tahun BMKG Ingatkan Potensi Hujan Akibat Sirkulasi Angin Eddy
Hujan mengguyur Medan. [Foto: Suhardiman]

SuaraSumut.id - Masyarakat di Sumatera Utara diminta waspada mengenai potensi hujan sedang hingga lebat, akibat fenomena pusaran angin atau sirkulasi Eddy di wilayah Samudera Hindia.

Peringatan ini disampaikan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I-Medan.

"Sirkulasi Eddy yang terjadi di Samudera Hindia mengakibatkan banyaknya pembentukan awan konvektif, dan berpotensi meningkatkan awan-awan hujan di sekitar pantai barat Sumut," ujar Forecaster on Duty BBMKG Wilayah I-Medan, Endah Paramita di Medan, Ahad seperti dilansir ANTARA.

Salah satu fenomena alam pusaran Eddy tersebut, ia melanjutkan, mengakibatkan potensi cuaca ekstrem hingga pekan depan, di antaranya hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada siang, sore dan malam hari, terutama di wilayah pantai barat Sumut.

Baca Juga:Prakiraan Cuaca Serang Hari Ini, Waspada Hujan Angin Disertai Petir

INFOGRAFIS: Menyikapi Musim Hujan Dikala Pandemi
INFOGRAFIS: Menyikapi Musim Hujan Dikala Pandemi

Meliputi Samosir, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Pakpak Bharat, Dairi, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Mandailing Natal, dan Toba berpotensi dilanda banjir serta tanah longsor.

"Hujan yang terjadi bisa juga meluas, namun dengan intensitas ringan hingga sedang ke wilayah Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, Serdang Bedagai, Batu Bara, Deli Serdang, Medan, Langkat, dan sekitarnya," kata dia.

Ia menyebut, suhu udara diberbagai wilayah Sumut antara 17 hingga 32 derajat selsius, dan kelembaban udara 60 sampai 98 persen dengan pergerakan angin dari timur laut menuju barat daya memiliki kecepatan 10 hingga 20 kilometer per jam.

"Akibat sirkulasi Eddy ini menyebabkan gelombang laut diperkirakan di perairan Selat Malaka bagian tengah, Samudera Hindia barat Nias, dan Nias-Sibolga mencapai 2,5 meter," tutur Endah (ANTARA)

Baca Juga:Batam Diguyur Hujan Seharian, BMKG Minta Warga Waspada Gelombang TInggi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak