alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Instan, Segini Waktu yang Dibutuhkan untuk Bikin Kain Ulos

Ari Syahril Ramadhan Minggu, 28 Februari 2021 | 15:39 WIB

Tak Instan, Segini Waktu yang Dibutuhkan untuk Bikin Kain Ulos
ILUSTRASI kain ulos. [Dok Kementerian Perindustrian]

Salah satu jenis kain ulos yang merupakan kebanggan suku Batak itu dibuat oleh 70 persen masyarakat di desa yang kerap disebut Desa Adat ragi Hiotang Meat.

SuaraSumut.id - Kain ulos biasanya dibanderol dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Banderol yang terbilang mahal ini terbilang wajar jika dibandingkan dengan proses pembuatan kain yang merupakan warisan budaya kebanggaan suku Batak ini yang mebutuhkan waktu berhari-hari.

Di sentra pembuatan ulos jenis Ragi Hotang di Desa Meat, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, pembuatan satu kain ulos bisa memakan waktu empat hari.

"Satu kain ulos membutuhkan waktu minimal empat hari untuk dibuat dan hasilnya bisa dijual atau dipasarakan ke pusat perbelanjaan di Balige," kata Salah seorang penenun ulos di Desa Meat, Anti Siahaan, di Toba, Minggu (28/2/2021).

Desa Meat, Kecamatan Tambahan memang merupakan salah satu sentra pembuatan ulos jenis ragi hotang yang melegenda dan termasyhur.

Baca Juga: Menikmati Eksotisme Danau Toba dari Bukit Singgolom

Salah satu jenis kain ulos yang merupakan kebanggan suku Batak itu dibuat oleh 70 persen masyarakat di desa yang kerap disebut Desa Adat ragi Hiotang Meat.

Ragi hotang adalah ulos yang diberikan kepada sepasang pengantin yang sedang melaksanakan pesta adat yang dsebut dengan nama Ulos Hela.

Pemberian ulos hela bermakna orang tua pengantin perempuan telah menyetujui putrinya dinikahi oleh laki-laki yang disebut sebagai hela atau menantu.

Pemberian ulos ini selalu disertai dengan memberikan mandar hela atau sarung menantu yang menunjukkan bahwa laki-laki tersebut harus berperilaku layaknya orang tua yang bertanggungjawab dan juga bisa dipakai untuk kegiatan-kegiatan adat.

Selain mampu membuat ulos ragi hotang, masyarakat di Desa Meat juga bisa membuat jenis kain lainnya seperti kain sarung taurung.

Baca Juga: Mengenal Batu Basiha, Keunikan Alam dari Letusan Gunung Toba

Seperti yang dikatakan Dahlia Simanjuntak yang mengaku sudah 20 tahun menjadi penenun dan bertahan hidup dengan menjual kain ulos seharga minimal Rp600 ribu hingga jutaan rupiah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait