alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Napi Kasus Narkoba Kabur dari Rutan Takengon

Suhardiman Rabu, 03 Maret 2021 | 07:15 WIB

Napi Kasus Narkoba Kabur dari Rutan Takengon
Napi Kasus Narkoba Kabur dari Rutan Takengon. [ANTARA]

Napi bernama Budiara diduga kabur dengan meloncati tembok, pada Selasa (2/3/2021) sekitat pukul 04.00 WIB.

SuaraSumut.id - Seorang narapidana kasus narkoba kabur dari Rutan kelas II B Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

Napi bernama Budiara diduga kabur dengan meloncati tembok, pada Selasa (2/3/2021) sekitat pukul 04.00 WIB.

"Namanya Budiara. Naik tembok pakai selimut sama kain tidurnya. Mungkin dia dapat besi bekas cor, dilempar pakai itu kainnya, dan lengket di kawat duri, lalu dia memanjat," kata Kepala Satuan Pengamanan Rutan Takengon, Muhammad Fadhil, dilansir Antara, Rabu (3/3/2021).

Petugas sempat melihat napi tersebut sebelum meloncat ke balik tembok. Namun karena posisinya jauh dari jangkauan petugas sehingga napi tersebut berhasil kabur.

Baca Juga: Medco Danai E-commerce B2B MadeinIndonesia

"Dia ada kita perbantukan di bagian kebersihan dan suplai air, dia bantu-bantu. Dia izin karena mau menyuplai air, mau bagi-bagi air ke kamar (napi) yang membutuhkan. Cuma (jarak) beberapa langkah dengan petugas kita, dia sudah di tembok," katanya.

Napi tersebut sudah menjalani masa tahanan selama 2,5 tahun di Rutan tersebut dari vonis hukumannya selama 6 tahun.

Selama menjalani masa tahanan Budiara tidak menunjukkan masalah apapun, dan aktivitasnya normal seperti warga binaan lain.

"Memang kata orang kamarnya dia dalam dua hari ini agak murung, enggak banyak ngomong, kayak beban gitu katanya, jadi mungkin ada masalah saya rasa," kata Fadhil.

Saat ini pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Aceh Tengah untuk dapat dilakukan pengejaran dan menangkap kembali napi tersebut.

Baca Juga: Ketum PSSI Sentil Pemain Timnas Indonesia U-23 yang Doyan Mengeluh

"Sudah kita laporkan, saat kejadian saya langsung laporkan ke Kalapas dan Kalapas melapor ke Kanwil, kemudian Kanwil sarankan agar membuat laporan ke polisi," tukasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait