Setelah bubar FUI menuju mobil di dekat lokasi acara untuk pulang. Namun, sejumlah masyarakat disebut malah balik menyerang.
"Mengakibatkan satu laskar FUI terluka dan sudah melapor ke Polsek Sunggal," katanya.
Nursarianto mengatakan, tidak benar berita bahwa 15 laskar FUI Medan ditangkap.
"FUI Kota Medan dalam kejadian ini sudah ikut membantu pemerintah dan menenangkan masyarakat dan meminta pulang agar jangan terjadi kerumunan," kata Nursarianto.
Baca Juga:Komnas HAM Soal Perpres Pemenuhan Hak Korban: Jangan Seperti Bagi Sembako
"FUI adalah ormas yang cinta NKRI berlandas UUD 45 dan Pancasila serta selalu kordinasi dengan TNI dan polri dalam setiap kegiatannya," sambungnya.
FUI kota Medan meminta para pengundang kuda kepang ditangkap karena telah melakukan acara tanpa izin dan terjadi kerumunan menimbulkan pelanggaran Covid-19.
"Dan menangkap pelaku pelaku pemukulan yang diperkirakan berjumlah 10 orang lebih agar ditaungkap karena melakukan pidana pengeroyokan," tukasnya.
Diketahui, sebuah video menunjukkan anggota FUI membubarkan acara kuda kepang yang berujung adu pukul viral di media sosial.
Keributan bermula saat terjadi perdebatan antara seorang perempuan dan salah seorang anggota FUI, lantaran kegiatan itu ingin dibubarkan. Dia menyebut pertunjukan itu sudah biasa digelar di sana.
Baca Juga:Kasih Sinyal, Ibrahimovic Main Film Asterix and Obelix: The Silk Road?
Mendengar teriakan itu, anggota FUI Medan yang berada di lokasi tidak senang. Dia kemudian maju dan meludahi perempuan tersebut.