alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PNS Padangsidimpuan Kecewa, Gaji dan THR Belum Dibayar H-4 Lebaran

Tasmalinda Minggu, 09 Mei 2021 | 14:11 WIB

PNS Padangsidimpuan Kecewa, Gaji dan THR Belum Dibayar H-4 Lebaran
Ilustrasi PNS. (ANTARA) H-4 Lebaran, PNS Kota Padangsidimpuan Kecewa, Gaji dan THR Belum Diterima

Pegawai negeri sipil atau PNS Pemerintah Kota Padangsidimpuan kecewa, gaji dan THR belum juga diterima pada h-4 Lebaran.

SuaraSumut.id - Para pegawai Negeri Sipil atau PNS Padangsidimpuan Provinsi Sumatera Utara kecewa. Pada h-4 lebaran, Pemerintah Kota Padangsidimpuan belum juga menyalurkan gaji, Tunjangan Hari Raya atau THR dan tunjangan kinerja atau TPP.

Kepala Badan Keuangan atau Bekauda Kota Padangsidimpuan menjanjikan akan mencairkan pada akhir Jumat kemarin. Namun sampai dengan Sabtu (8/5/2021), gaji dan dua tunjangan tersebut belum juga diterima pegawai.

Dilansir dari digtara.com- jaringan Suara.com, seorang PNS kota Padangsidimpuan yang bertugas di kelurahan, BA mengatakan jika ia pada Sabtu (8/5/2021) sudah mengecek rekeningnya, namun nilainya belum juga bertambah dari pencairan gaji atau tunjangan.

“Ngak ada masuk bang, masih empat ribu nya saldonya, kabarnya jum’at paling lama keluar ngak adanya. sudah berulang kali saya dan istriku kesana. gmn itu bang?” katanya.

Baca Juga: Polda Sumut Akan Sanksi Tegas Petugas yang Loloskan Pemudik

Pihaknya mengatakan keterlambatan gaji tersebut sudah terjadi selama empat bulan terakhir dan yang paling mendesak jelang lebaran tahun ini.

“Ia saya ngak ngerti kenapa bisa demikian, padahal selama ini kami sabar tiap bulan telat, masak ini mau lebaran juga telat, ngak ada perasaan. Kalau soal katanya ada masalah ya jauh-jauh hari dipikirkan kianlah solusinya bulan kemarin biar semua ngak jadi korban,” ucap BA dengan nada kecewa.

Sebelumnya, Kepala Badan Keuangan Daerah (Bekauda) Sulaiman Lubis mengatakan kepada digtara.com sudah siap membayarkan seluruh gaji pada 3.800 orang serta gaji dan THR honorarium Kota Padangsidimpuan sebanyak 3.000 orang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait