Sementara itu, Chairul salah satu pelaku usaha penyewaan peralatan pesta mengaku, ia dan rekan-rekannya harus banting stir agar bisa bertahan hidup dan menafkahi keluarganya.
Selama pandemi pendapatan mereka sangat anjlok. Sangat berat bagi mereka menghadapi hari demi hari selama pandemi ini apalagi saat PPKM darurat.
"Semua pelaku usaha penyewaan peralatan pesta banting setir untuk selamatkan kehidupan. Cari jalan masing-masing lah, ada yang jualan, ada yang kerja ikut org. Selama pandemi tentu sangat terasa, pendapatan menurun drastis," ungkapnya.
Meski mencari peluang lain dengan berjualan, namun pendapatan mereka juga tidak tentu. Karena, semakin banyak orang yang berjualan. Dampak pandemi membiat banyak orang dirumahkan.
Baca Juga:Disuntik Vaksin Tahap Pertama, Jubir Satgas Covid-19 Sumbar Kini Terpapar Corona
"Rata-rata yang dirumahkan jualan. Daya beli masyarakat sekarang juga sedang rendah. Orang juga mikir kan mau beli ini itu, pasti menghemat juga. Tambah lagi kondisinya sekarang ini banyak jalan disekat dan lainnya ya payah juga," katanya.
Ia mengungkapkan, padahal awal 2021 hingga Juni pelaku penyewaan alat-alat pesta mulai bangkit. Karena sudah mulai ada yang pesta dan acara-acara lainnya.
"Sekarang pada lagi bertahan hiduplah semua. Masih bertahan belum jual aset yang ada," tandasnya.
Kontributor : Budi warsito
Baca Juga:Viral Kafe Disegel Pemiliknya Sendiri di Tengah PPKM Darurat, Sindir Aparat?