Kisah Penjual Sarapan Terdampak PPKM Darurat Medan: 'Beli Sama Kami 3 Nyawa Terselamatkan'

Namun, Tari tidak mau berpangku tangan. Ia mengambil kardus karton dan spidol lalu mulai menuliskan keresahan dengan kata-kata yang mengiris hati.

Suhardiman
Jum'at, 16 Juli 2021 | 14:24 WIB
Kisah Penjual Sarapan Terdampak PPKM Darurat Medan: 'Beli Sama Kami 3 Nyawa Terselamatkan'
Penjual sarapan terdampak PPKM darurat di Medan. [Suara.com/M.Aribowo]

"Kalau kayak gini, gak bisa kami cari makan," tangisnya.

"Semoga cepat berlalu lah semua ini," ujarnya seraya menyeka air mata.

Sejak pandemi Covid-19 melanda, Tari dan keluarga belum mendapatkan bantuan yang berarti dari pemerintah.

"Cuma dapat sekali itu aja, l beras 20 Kg, dikasih kepling tahun lalu. Bantuan UMKM gak ada dah daftar padahal," kata Tari.

Baca Juga:3 Cara Basmi Semut di Tanaman yang Super Ampuh

Ia berharap pemerintah agar memperhatikan nasib masyarakat kecil yang terdampak Covid-19. 

"Harusnya kalau gini adalah bantuan, pasar murah gitu, ini sekarang gak ada, sebutir beras pun belum ada sekarang," kesal Tari.

Usaha penjualan nasi ini telah dirintisnya bersama sang Kakak, bernama Tami sejak tujuh tahun silam. Berkat usahanya membantu kakaknya ini dapat menghidupi kebutuhan keluarganya.

"Dulu sehari mau dapat sejuta, jam sembilan lewat udah habis, sebelum pandemi sekarang, sedih bang," katanya.

Tari mengatakan, dengan aksinya memasang poster ternyata ampuh menarik perhatian masyarakat.

Baca Juga:Mahfud MD : Sekarang Sudah Tidak Ada Lagi Isu Papua Merdeka

"Sudah ada bantuan, ada yang memborong nasi saya 300 bungkus untuk dibagikan," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini