SuaraSumut.id - Polisi menangkap JN (35) yang diduga meracuni dan memenggal kepala gajah yang ditemukan di Aceh Timur. Pelaku menjual diduga menjual gading gajah Rp 10 juta. Pelaku disebut telah lima kali melakukan aksinya sejak tahun 2017.
"Pelaku mengakui melakukan perburuan satwa yang dilindungi dengan cara meracuni sudah lima kali sejak tahun 2017. Namun yang berhasil hanya dua kali," kata Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, melansir Antara, Kamis (19/8/2021).
Pelaku JN melakukan perburuan dengan cara meracuni dan memotong leher gajah bersama rekannya berinisial IS. Mereka melempar buah-buahan yang telah ditaruh racun dengan sasaran gajah liar, pada 7 Juli 2021.
Usai memasang umpan mereka pulang. Selang dua jam mereka kembali ke lokasi dan melihat seekor gajah yang sudah tergeletak terkena umpan racun. JN dan IS kemudian memenggal kepala gajah dengan parang yang sudah disiapkan.
Baca Juga:Ancaman Tenggelam Makin Nyata, Penurunan Permukaan Tanah di Kota Pekalongan Capai 0,5 CM
"Keduanya lalu membawa potongan kepala gajah dengan sepeda motor ke tempat yang lebih aman, kemudian memisahkan antara kepala dan gading," ujarnya.
Mereka kemudian membuang kepala gajah ke sungai di bawah jembatan CPM yang jaraknya 300 meter dari lokasi gajah itu mati.
Beberapa hari kemudian, IS menghubungi JN dan menyebut sudah ada pembeli gading, yaitu EM dengan harga Rp 10 juta. Petugas kemudian menangkap EM di Kabupaten Pidie Jaya.
Dari keterangan EM gading itu dijual kepada seorang pembeli di Bogor, Jawa Barat, berinisial SNA dengan harga Rp 24 juta.
Petugas melakukan pengembangan dan menangkap SN di rumahnya di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Baca Juga:7 Bantuan Saat Pandemi Covid-19 Selama Perpanjangan PPKM 23 Agustus, Sudah Tahu?
SN mengakui telah membeli gading dari EM seharga Rp 24 juta, namun gading tersebut telah diambil oleh JF. Selain itu SN juga telah melakukan transaksi jual beli dengan EM sebanyak enam kali, diantaranya empat kali gading, satu kali tulang harimau dan satu kulit harimau.
- 1
- 2