alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gebrakan Pasar Bersih, Bobby Nasution: Jangan Cari Profit, Itu Kewajiban Kita

Suhardiman Rabu, 15 September 2021 | 20:01 WIB

Gebrakan Pasar Bersih, Bobby Nasution: Jangan Cari Profit, Itu Kewajiban Kita
Wali Kota Medan Bobby Nasution di Pasar Induk Lau Cih. [Ist]

Bobby langsung melihat proses pengayakan sampah menjadi kompos tersebut.

SuaraSumut.id - Wali Kota Medan Bobby Nasution telah mencanangkan Pasar Bersih di Kota Medan. Hal itu ditetapkan secara resmi di Pasar Induk Lau Cih, Kecamatan Medan Tuntungan, Rabu (15/9/2021).

Saat ini sebagai percontohan ada tiga pasar yang bisa langsung mengelolah sampah menjadi kompos, yaitu Pasar Lau Cih, Pasar Sentosa Baru dan Pasar Bakti. Ke depan sebanyak 51 pasar di Kota Medan akan mengelola sendiri sampahnya menjadi kompos dan pupuk.

Dengan demikian, kebersihan akan jadi hal utama yang mesti dilakukan, bukan sebaliknya malah memikirkan 'cuan' atau profit dari pengelolaan sampah.

"Sekarang ini kita fokus dahulu kebersihan. Target Medan bersih, pasar bersih kita canangkan. Lau Cih ini percontohan ke depan dari hulu ke hilir harus sudah bisa kelola sampah. Kita urus sampah jangan dulu bicarakan profit. Ini kewajiban. Memang dari sampah sering kita dengar ada peluang profitnya, bisa jadi listrik, pupuk. Tapi ini kita fokus kebersihan dulu," kata Bobby.

Baca Juga: Peternak Ayam yang Bentangkan Poster di Blitar Diapresiasi Jokowi, Sempat Minta Maaf

Bobby langsung melihat proses pengayakan sampah menjadi kompos tersebut.

Wali Kota Medan Bobby Nasution di Pasar Induk Lau Cih. [Ist]
Wali Kota Medan Bobby Nasution di Pasar Induk Lau Cih. [Ist]

"Ini yang kita lihat disini masih skala kecil, ke depan akan kita investasikan untuk yang besar. Karena fokus kita saat ini menghilangkan sampah," katanya.

Saat ini hasil pengolahan sampah jadi kompos di Lau Cih telah digunakan untuk kepentingan petani di Kecamatan Medan Tuntungan.

Ketika proses pengolahan sampah di Kota Medan yang mencapai 2.000 ton per hari berjalan dengan baik, maka hasil daur ulang sampah bisa diproduksi secara massal. Saat ini telah berproses di TPA Terjun.

"Sejauh ini pengolahan sampah di TPA Terjun untuk jadi pupuk bisa 30 ton per hari. Nanti saya minta bisa per jam 30 ton. Kalau sudah besar baru jita pikirkan jadi profit," kata menantu Presiden Jokowi itu.

Baca Juga: Twitter Buka Lagi Pengajuan Verifikasi untuk Akun yang Ingin Punya Centang Biru

Untuk memasarkan pupuk hasil pengolahan sampah di Kota Medan, tentu saja bukan perkara sulit. Bobby telah menghubungi sejumlah kepala daerah agar mau menampung pupuk hasil pengelolaan Pemkot Medan.

"Saya sudah coba kontak kepala daerah, Humbahas, Sergai, Deliserdang, dan daerah yang memang banyak pertanian penghasil komoditi. Kita fokus di sini, kebersihan kota dan pasar tentunya. Saya tekankan ini ya kepada Dirut Pasar, dinas, kalau tak bisa pindah saja ke daerah komoditi itu," katanya.

Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan M Husni menjelaskan, sesuai arahan dan telah dicanangkan Wali Kota Medan, ada tiga kawasan bersih dan pasar bersih yang harus dikerjakan secepatnya untuk mencapai target program Medan Bersih.

"Jadi hari ini ada tiga pasar bersih yang dicanangkan, selanjutnya kami harap jadi efek domino bagi pasar lainnya. Bukan hanya membersihkan sampah tapi juga mengolah jadi pupuk dan sebagainya. Diharap juga ini bisa jadi alternatif tambahan bagi PD Pasar," tukasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait