alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tiga Bupati Selesaikan Konflik Antarwarga di Jayawiaya, Rogoh Kocek Rp 2,5 Miliar

Suhardiman Jum'at, 14 Januari 2022 | 14:35 WIB

Tiga Bupati Selesaikan Konflik Antarwarga di Jayawiaya, Rogoh Kocek Rp 2,5 Miliar
Warga di Waoma Jayawijaya yang bertikai sepakat berdamai. [Dok Penrem 172/PWY]

keluarga besar yang menjadi korban dalam konflik bisa menerima upaya perdamaian yang dilakukan pemerintah.

SuaraSumut.id - Tiga bupati mengupayakan perdamaian guna mengakhiri konflik antarawarga di kampung Wouma, Kabupaten Jayawijaya.

Pertikaian yang terjadi pada 8-9 Januari 2022 menyebabkan dua korban jiwa, 22 orang luka panah dan sabetan senjata tajam, serta puluhan honai dibakar, termasuk 10 motor dan 2 mobil.

Bupati Kabupaten Nduga, Wentius Nimiangge mengaku, pihak keluarga korban almarhum Yonas Kelnea dan almarhum Luok Heluka menuntut agar pelaku diproses hukum. Selain itu, meminta pemberian santunan berupa uang Rp 2,5 miliar dan 20 ekor babi.

Menanggapi hal itu, Bupati Kabupaten Lanny Jaya, Befa Jigibalom bersedia untuk memenuhi tuntutan korban, khususnya masalah pembayaran denda dan santunan kepada keluarga korban.

Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Arif Budi Situmeang mendorong agar pemda segera melaksanakan proses perdamaian secara adat, yaitu pembayaran adat dan upacara bakar darah, patah panah serta kedua belah pihak yang bertikai segera berdamai.

Baca Juga: Studi AS Sebut Orang yang Pernah Terinfeksi Virus Herpes Epstein Barr Berisiko Idap Autoimun Multiple Sclerosis

Selain itu, pada saat perdamaian agar dihadirkan perwakilan tokoh masyarakat, agama dan adat dari masing-masing suku yang bertikai.

Setelah pelaksanaan rapat, bertempat di rumah duka Kampung Elekma Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, berlangsung penyerahan santunan sesuai tuntutan pihak keluarga korban.

Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom menjelaskan, keluarga besar yang menjadi korban dalam konflik bisa menerima upaya perdamaian yang dilakukan pemerintah.

"Kami sudah kerja keras dan hasilnya kami sudah dapati bersama, bahwa masyarakat pada prinsipnya telah menerima perdamaian," katanya, melansir kabarpapua.co--jaringan suara.com, Jumat (14/1/2022).

Befa menegaskan, bahwa sumbangan dana yang diberikan bukan untuk pembayaran kepala atau nyawa, namun karena imbauan tiga bupati telah diterima masyarakat yang siap berdamai.

Baca Juga: Erick Thohir Tunjuk CEO Dentsu Indonesia Jadi Direktur Marketing InJourney

"Dana ini bukan bayar kepala atau nyawa, tapi karena dasarnya imbauan dari tiga kepala daerah, sehingga tiga bupati berpartisipasi menyelesaikan perdamaian secara utuh dan menyeluruh,” jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait