- Delapan jembatan bailey dibangun di Aceh Timur untuk memulihkan konektivitas pascabanjir bandang November 2025.
- Jembatan bailey pertama rampung di Desa Baroh Bugeng, Nurussalam, bertujuan mengembalikan normalitas ekonomi masyarakat setempat.
- Pembangunan jembatan ini didukung TNI AD bersumber dari Kementerian Pertahanan guna mengatasi 174 jembatan rusak.
SuaraSumut.id - Sebanyak delapan jembatan bailey dibangun di Kabupaten Aceh Timur, guna mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi akhir November 2025 lalu. Pembangunan jembatan sementara itu untuk membuka kembali konektivitas wilayah tersebut.
"Bencana banjir akhir November 2025 membuat banyak jembatan putus. Pembangunan jembatan bailey untuk membuka kembali konektivitas wilayah pascabanjir," kata Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, melansir Antara, Minggu, 18 Januari 2026.
Jembatan bailey pertama yang rampung ada di Desa Baroh Bugeng, Kecamatan Nurussalam. Jembatan tersebut sudah difungsikan melayani akses masyarakat.
"Dengan berfungsinya jembatan bailey di Baroh Bugeng, konektivitas antardesa di Kecamatan Nurussalam mulai kembali normal. Ini tentu berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat," ujarnya.
Selain di Baroh Bugeng, jembatan bailey juga dibangun di Desa Seuneubok Rambong, Kecamatan Nurussalam. Pembangunan jembatan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dekat, sehingga aktivitas warga pascabencana kembali lancar.
Sedangkan enam jembatan lainnya juga segera dibangun. Saat ini, proses pembangunnya masih berada dalam tahap survei, khususnya terkait kondisi tanah di lokasi.
"Survei ini untuk memastikan jenis jembatan yang paling tepat dan aman digunakan di masing-masing titik. Apabila hasil survei menunjukkan lokasi tidak memungkinkan dibangun jembatan bailey, maka digunakan alternatif jembatan aramco," ujarnya.
Seluruh proses pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan dengan dukungan TNI Angkatan Darat sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan dampak bencana. Pembangunan jembatan darurat ini bersumber dari Kementerian Pertahanan.
Iskandar Usman mengharapkan dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut, akses masyarakat menuju pusat pemerintahan, layanan publik, serta pusat-pusat perekonomian dapat kembali terbuka.
"Percepatan pembangunan jembatan diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat. Dengan akses yang lancar, distribusi orang dan barang akan lebih mudah, sehingga aktivitas ekonomi warga bisa pulih secara bertahap," katanya.
Sementara itu, Plt Kepala BPBD Aceh Timur Syahrizal Fauzi mengatakan ada sebanyak 174 unit jembatan dilaporkan rusak akibat banjir.
"Kerusakan bervariasi, mulai ringan hingga berat, sehingga mengganggu akses transportasi dan aktivitas masyarakat. Sebagai langkah darurat, delapan jembatan bailey dibangun untuk membantu mobilitas masyarakat di titik-titik terdampak," katanya.