- Bripda Muhammad Rio, anggota Brimob Polda Aceh, desersi sejak 8 Desember 2025 dan diduga bergabung tentara bayaran Rusia.
- Rio berangkat dari Jakarta menuju Rusia melalui China pada tanggal 19 Desember 2025, menurut informasi yang diterima.
- Kapolda Aceh menegaskan Rio tidak layak lagi di kepolisian karena kasus KDRT dan desersi, serta telah diberhentikan.
SuaraSumut.id - Bripda Muhammad Rio, anggota Brimob Polda Aceh disebut bergabung dengan tentara bayaran di Rusia. Rio berangkat setelah tidak masuk dinas tanpa keterangan (Desersi) sejak 8 Desember 2025.
Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah mengaku tidak mengetahui motif anggota Brimob tersebut bergabung menjadi tentara bayaran Rusia tersebut.
"Saya tidak tahu apa motif yang bersangkutan bergabung dengan tentara Rusia. Saya belum mendalami motifnya karena tidak bertemu dengannya," kata Marzuki, melansir Antara, Minggu, 18 Januari 2026.
Dirinya menegaskan bahwa Rio tidak aktif lagi secara fisik sejak disidang kode etik dalam perkara KDRT beberapa waktu lalu.
Setelah tidak aktif, didapat informasi yang bersangkutan bergabung dengan tentara Rusia. Yang bersangkutan berangkat dari Jakarta ke Rusia melalui China pada 19 Desember 2025.
"Kini, indikasi yang bersangkutan sudah di Rusia. Saya tidak tahu alasan yang bergabung dengan tentara Rusia," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Rio tidak layak lagi menjadi anggota Polri. Sebab, Rio dihukum dua kali dalam perkara KDRT serta dihukum karena meninggalkan tugas tanpa izin atau desersi.
"Yang bersangkutan sudah tidak layak menjadi anggota Polri karena pernah mendapat hukuman terkait KDRT serta meninggalkan dinas. Yang bersangkutan juga sudah diberhentikan sebagai anggota Polri dalam sidang kode etik," katanya.