Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat, Puluhan Pekerja Sawit Diduga Tak Digaji

Warga binaan yang sudah sembuh juga dipekerjakan di pabrik sawit milik Bupati Langkat diduga tidak mendapatkan gaji.

Suhardiman
Selasa, 25 Januari 2022 | 15:03 WIB
Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat, Puluhan Pekerja Sawit Diduga Tak Digaji
Kondisi Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat. [Ist]

SuaraSumut.id - Tim gabungan Polda Sumut dan BNNP Sumut masih terus melakukan penyelidikan terkait penemuan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, pihaknya telah memeriksa sebanyak sebelas orang.

"Ada sekitar 10 hingga 11 orang dimintai keterangan, dari pihak penjaga, warga sekitar, dan beberapa warga binaan," kata Hadi kepada wartawan, Selasa (25/1/2022).

Dari pemeriksaan, kata Hadi, didapati kalau warga binaan yang sudah sembuh nantinya akan dipekerjakan kembali.

Baca Juga:Dua Hari Lagi Pemilihan Rektor Unhas, Ini Nomor Urut Tiga Kandidat Rektor Unhas

"Mereka dijadikan sebagai pembina pengawas untuk membina orang yang dititipkan dalam tempo sekitar 2 sampai sampai 6 bulan. Jika mereka sudah memiliki keterampilan lalu bisa untuk bekerja mereka akan bekerja," katanya.

Warga binaan yang sudah sembuh juga dipekerjakan di pabrik sawit milik Bupati Langkat diduga tidak mendapatkan gaji.

"Memang informasinya tidak mendapatkan gaji," jelasnya.

Namun demikian, seluruh kebutuhan makanan dan pakaian warga binaan yang bekerja di kebun sawit tetap terpenuhi.

"Kebutuhan sandang makan dan sebagainya informasinya dipenuhi," jelas Hadi.

Baca Juga:Polri Selidiki Kasus Dugaan Perbudakan Terkait Penemuan Karangkeng di Rumah Bupati Langkat

Kekinian tim gabungan telah mengevakuasi puluhan orang yang dikerangkeng ke panti rehabilitasi lain.

Evakuasi dilakukan karena lokasi yang disebut tempat rehabilitasi di rumah Bupati Langkat itu tidak layak.

"Upaya itu dilakukan karena melihat kondisi di sana tidak layak, tidak memenuhi standar panti rehabilitasi, akan tetapi kita juga tidak memaksakan kemarin," jelas Hadi.

Pada saat evakuasi, kata Hadi, sempat ada orangtua yang tidak mau anaknya dipindahkan ke tempat lain. Alasannya kerangkeng di rumah Bupati Langkat sudah layak.

"Hari ini kita melakukan screening, tersisa 20 sampai 30 orang. Untuk memastikan apakah yang mereka sebut warga binaan benar terpapar narkoba atau tidak," tukasnya.

Kontributor : M. Aribowo

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini