SuaraSumut.id - Raut bahagia terpancar dari puluhan anak-anak pengungsi Rohingya, Somalia, dan Myanmar (Burma), mengikuti pesantren kilat di kamp pengungsian, Jalan Jamin Ginting Medan, Jumat (15/4/2022).
Mereka tampak tekun mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari tadarus hingga materi keagamaan yang diberikan selama bulan suci Ramadhan.
Koordinator Riset Yayasan Geutanyoe, Affan Ramli mengatakan, kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari di bulan Ramadhan. Ada 40 orang anak pengungsi dari Rohingya, Burma, dan Somalia.
"Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan interaksi sosial pengungsi dan masyarakat lokal," katanya.
Baca Juga:Marbot Musala Cabuli Bocah saat Mengaji dengan Iming-iming Uang Rp 2 Ribu
Selain anak pengungsi, kata Affan, ada sekitar 20 anak-anak warga Medan yang juga ikut kegiatan ini.
"Setelah tujuh hari kita akan lanjutkan dengan Musabaqah Tilawatil Qur'an, lomba baca Al-Quran. Nanti akan dipilih 12 orang untuk anak-anak ini," ujar Affan.
Untuk melancarkan kegiatan tersebut, pihaknya didukung IOM bersama pengungsi dan masyarakat Medan di lingkungan sekitar.
"Kita juga dibantu oleh beberapa dosen UIN Sumut dan Pesantren Darut Tauhid," katanya.
Ia berharap kegiatan ini dapat membuat interaksi sosial yang lebih baik antara masyarakat Medan dan pengungsi.
"Meningkatkan interaksi yang saling nyaman, lebih kenal satu sama lain, dan lebih humanis," pungkasnya.
- 1
- 2