15 Orang Tewas Dalam Protes Anti PBB di Kongo

Tiga personel penjaga perdamaian PBB dan sedikitnya 12 warga sipil tewas dalam peristiwa itu.

Suhardiman
Rabu, 27 Juli 2022 | 11:35 WIB
15 Orang Tewas Dalam Protes Anti PBB di Kongo
Polisi Kongo mengawasi pengunjuk rasa yang menarik sebuah kontainer untuk membarikade jalan di dekat kompleks gudang pasukan penjaga perdamaian PBB di Goma, Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, 26 Juli 2022. (Reuters/Arlette Bashizi)

Protes-protes tersebut diserukan oleh faksi sayap pemuda partai yang berkuasa, yang menuntut misi PBB menarik diri karena dianggap tidak efektif.

Bentrokan antara pasukan lokal dan kelompok pemberontak M23 di Kongo timur dalam beberapa bulan terakhir telah memaksa ribuan orang mengungsi.

Serangan oleh gerilyawan yang terkait dengan ISIS juga terus berlanjut meskipun keadaan darurat selama setahun dan operasi gabungan melawan mereka oleh tentara Kongo dan Uganda.

"Kami telah melakukan yang terbaik, tidak hanya selama bertahun-tahun, tetapi selama beberapa dekade benar-benar berusaha membawa stabilitas ke Kongo Timur," kata Haq.

Baca Juga:Idap Penyakit Langka, Ruben Onsu Mulai Takut Mati

Ia mengatakan bahwa kepala penjaga perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix diperkirakan akan berkunjung ke Kongo sesegera mungkin.

MONUSCO mengambil alih operasi perdamaian di Republik Demokratik Kongo pada 2010. MONUSCO memiliki lebih dari 12.000 tentara dan 1.600 polisi yang dikerahkan pada November 2021, dan telah ditarik secara bertahap selama bertahun-tahun. [Antara]

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini