"Kami datangi karena udah dekat di dalam mobil kami lihat ada korban matanya pun sudah bonyok-bonyok, kebetulan korban yang bonyok-bonyok ini kami kenal juga, dia pun minta tolong. Ya kami paksa turunin, berontak sopirnya (pelaku) ini," ungkap Berto.
Berto mengatakan bahwa pelaku membentak warga yang mengerumuninya dengan nada tinggi. Hal yang mengejutkan lagi pelaku mengaku sebagai anggota TNI.
"Kenapa, siapa kalian, kenapa rupanya? Ya depan warung kami ada ribut-ribut dia marah. Orang sini nunjuk ke arah mess Kosek di samping mess CBD Polonia," ucapnya.
Korban yang seharinya berjualan tak jauh dari Markas TNI AU tidak mengenali pelaku. Korban balik bertanya pelaku bertugas di mana.
Baca Juga:Bukan Cuma Jogja, Kota Malang Juga Punya Bakpia yang Istimewa
"Sementara punya warung sudah lama, pasti kenal siapa anak mess, yang kenal banyaklah. Dia gak kenal, pas begitu dia bilang tentara sini aku, (ditanya balik) tentara mana kau? kata korban," ungkapnya.
Merasa terancam, pelaku lalu mengeluarkan sebilah pisau sangkur dari dalam mobilnya.
"Dibukanya mobil diambilnya sangkur, bayonetlah, sempat ngancam kami," jelasnya.
Meski berada di bawah ancaman, warga sekitar dan korban tetap berusaha mengeluarkan remaja yang dalam kondisi bonyok di dalam mobil.
Tiba-tiba pelaku langsung menghujamkan pisau sangkur ke arah leher korban. Warga yang melihat menjadi takut. Apalagi pelaku masih mengancam dengan memegang sangkur.
Baca Juga:7 Makanan Populer dari Drama Korea, Pencinta Drakor Wajib Coba!
"Kita gak nyangka sampai seberani itu, ditikam di bagian leher. Sempat kami tolak masuk parit pelaku, itu bang Jos kena (tikam). Korban tulang saya, saya selamatkan bawa ke rumah sakit, meninggal di Rumah Sakit Adam Malik," katanya.