Literasi dan Numerasi Rendah, Ini Kiat Membangun Kemampuan Anak Sejak Dini

Dirinya mengatakan bahwa orang tua perlu memupuk sejak dini kemampuan literasi anak-anak melalui kemampuan memahami.

Suhardiman
Kamis, 13 Juni 2024 | 16:10 WIB
Literasi dan Numerasi Rendah, Ini Kiat Membangun Kemampuan Anak Sejak Dini
Ilustrasi anak belajar. [Pexels/Katerina Holmes]

SuaraSumut.id - Galih Sulistyaningra, seorang praktisi pendidikan membagikan beberapa kiat bagi para guru dan orang tua untuk membangun kemampuan literasi dan numerasi anak di Indonesia.

Dirinya menekankan bahwa literasi dan numerasi bukan hanya tanggung jawab guru Bahasa Indonesia dan Matematika, tetapi semua pihak, termasuk orang tua dan pemangku kebijakan.

Hasil Asesmen Nasional 2023 menunjukkan bahwa 39 persen siswa SD/sederajat belum mencapai kemampuan minimum literasi, dan 54 persen lainnya belum mencapai kemampuan minimum numerasi.

Kondisi ini memprihatinkan karena kemampuan literasi dan numerasi jauh lebih luas dari sebatas membaca, menulis, dan berhitung (calistung), karena melibatkan kemampuan untuk memahami pelajaran.

"Kemampuan ini menjadi fondasi sebelum anak bisa menghitung," katanya melansir Antara, Kamis (13/6/2024).

Dirinya mengatakan bahwa orang tua perlu memupuk sejak dini kemampuan literasi anak-anak melalui kemampuan memahami.

"Ada yang namanya 'kesadaran cetak', sebenarnya bisa mulai dari simbol atau gambar. Tipsnya, memulai dengan membaca gambar. Walaupun ada tulisannya, tapi membaca gambar. Kita bisa mulai dari gambar, untuk buku anak usia dini gambar lebih besar dan perlu bercerita," ujarnya.

Di sisi kemampuan numerasi, Galih menilai orang tua masih diasosiasikan dengan kemampuan matematis yang kompleks. Padahal numerasi bisa didorong dengan sebuah teknik one to one correspondence.

"Jangan hanya mengajarkan simbol angka. Kita harus ajarkan dengan benda konkret. 'Satu' itu satu benda, 'dua' itu dua benda. Sehingga anak terbiasa, jika angka semakin besar, maka jumlah semakin banyak," jelasnya.

Orang tua dan guru dapat menopang kemampuan anak melalui keterampilan melihat, mendengar, berbicara, dan menulis. Semua ini dibangun melalui interaksi yang intens dengan guru maupun orang tua di rumah.

Para guru juga harus lebih kreatif agar anak memiliki ketertarikan untuk membaca. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan keberadaan Pojok Baca di sekolah.

"Kalau mau berkelanjutan, harus memanfaatkan buku fisik dan digital yang lebih banyak pilihan, sekarang banyak platform yang menyediakan buku-buku gratis," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini