Kisah di Balik Syuting Video Klip Ro Jo Hamu, Lagu yang Suarakan Perlawanan Masyarakat Adat Sipahoras

Dirinya mengaku marasakan ada dorongan dari luar tubuh yang menggerakkan hatinya untuk memberikan persembahan lagu kepada masyarakat.

Suhardiman
Kamis, 26 September 2024 | 16:13 WIB
Kisah di Balik Syuting Video Klip Ro Jo Hamu, Lagu yang Suarakan Perlawanan Masyarakat Adat Sipahoras
Guido Virdaus Hutagalung. [Ist]

"Hati kecil ini menginginkan untuk nyanyi Solo. Sementara biasanya aku (Guido), bersama Band Punxgoaran. Entah mengapa, untuk lagu ini, aku tergerak untuk sendiri aja," ungkapnya.

Pada saat nyanyi solo ini, lelaki kelahiran Pematangsiantar itu mengajak dua temannya, yang merupakan komposer lagu. Guido menuturkan kisah pencipatan lagu Ro Jo hamu.

Dirinya mengaku marasakan ada dorongan dari luar tubuh yang menggerakkan hatinya untuk memberikan persembahan lagu kepada masyarakat.

Pada saat diajak teman untuk melihat situasi masyarakat adat di Sihaporas, ia ringan langkah berangkat untuk mendengarkan langsung cerita-cerita warga.

"Yaa, aku merasa sangat terkejut lah. Ternyata masih ada gitu, lingkungan atau komunitas masyarakat yang sangat mengerikan dan menakutkan terhadap intimidasi sehari-hari baik itu untuk anak-anak ataupun orangtua. Itu yang aku lihat," kata Guido.

Lelaki kelahiran Pematangsiantar ini juga masuk ke hutan atau melihat ritual ritual budaya yang ada di Sihaporas.

"Aku mencoba untuk kaki ayam (nyeker, tanpa alas kaki), tanpa memakai sepatu atau sandal. Kenapa? Karena aku berpikir, benar nggak ya, aku dijagain? Jawabannnya benar," cetusnya.

"Pada saat aku masuk ke dalam hutan, yang belukarnya luar biasa, tak satu pun ada duri melukai badan maupun kaki ku. Bahkan, satu biji pasir pun tidak ada yang kurasakan sakit terkena kakiku," sambung Guido.

Problematika TPL

Guido menceritakan kisah seorang temannya, bahwa pohon pembatas di lokasi tanah adat Sihaporas ditebang agar pihak TPL tidak menyerang masyarakat.

"Jadi, aku semakin penasaran, ini tempat apa gitu. Aku tidak pernah tahu problematika yang dihadapi Sihaporas, dengan TPL," jelasnya.

"Dan aku mendengar bahwa ada yang ditangkap (polisi) pada malam hari, (22 JUli 2024 pukul 03.00 WIB). Aku ga pernah mendengar hal begini. Dan aku bertanya kenapa bisa ada komunitas Batak yang menderita gitu? Karena setahu aku komunitas Batak selalu berpegangan ya, kalau ada yang susah paling satu atau dua tiga keluarga," katanya.

Ini lain halnya, satu komunitas Sihaporas itu merasa ketakukan dan tertindas. Itulah alasannya Guido berpikir apa yang bisa ia bantu.

"Pikirku. Karena aku nggak bisa melawan PT TPL, karena itu merupakan perusahaan raksasa. Jadi aku menciptakan sebuah karya yang bagaimana seluruh masyarakat bangso Batak bisa melihat keadaannya di situ," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini