Ekspor Karet Sumut Mencapai 26.042 Ton di September 2024

Volume ekspor ini juga lebih tinggi 5,9 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan September 2023 yang mencatatkan 24.580 ton.

Suhardiman
Minggu, 27 Oktober 2024 | 10:59 WIB
Ekspor Karet Sumut Mencapai 26.042 Ton di September 2024
Ilustrasi petani karet. [Ist]

SuaraSumut.id - Ekspor karet Sumatera Utara (Sumut), pada September 2024 mencapai 26.042 ton, naik 15,6 persen dibandingkan Agustus 2024 yang mencatatkan 22.522 ton.

"Volume ekspor karet meningkat 15.6 persen secara month-over-month (mom) jika dibandingkan pada bulan Agustus 2024," kata Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut Edy Irwansyah, melansir Antara, Minggu (27/10/2024).

Volume ekspor ini juga lebih tinggi 5,9 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan September 2023 yang mencatatkan 24.580 ton. Meskipun demikian, Edy menjelaskan bahwa volume tersebut masih berada di bawah kondisi normal bulanan yang biasanya mencapai 42.000 ton.

Peningkatan volume ekspor karet dikarenakan permintaan meningkat dari sektor manufaktur terutama pabrik ban di Amerika Serikat (AS).

Dirinya mengaku AS merupakan negara tujuan ekspor tersebar dengan kontribusi mencapai 28.16 persen dari total volume.

"Negara-negara lain seperti Jepang 23.77 persen, India 9.98 persen, brazil 8.44 persen, dan China 8.36 persen juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung peningkatan ekspor," ucapnya.

Selain itu, ekspor ke kawasan Eropa juga menunjukkan kinerja yang positif dengan pengapalan menuju 11 negara seperti Jerman, Italia, dan Prancis menyumbang 10.14 persen dari total volume ekspor bulan September 2024

Sedangkan di Indonesia, pasokan dari kebun karet di Sumut pada bulan Oktober ini cenderung stabil. Petani mulai kembali aktif menderes pohon karet mereka yang sebelumnya sempat ditinggalkan, seiring dengan perbaikan harga karet yang terus meningkat.

Harga rata-rata SICOM-TSR20 pada bulan September tercatat sebesar 189.56 sen AS per kilogram, dan harga terus menguat hingga 196.1 sen AS per kg pada penutupan tanggal 24 Oktober.

"Dengan peningkatan permintaan dari pasar internasional dan stabilitas produksi dalam negeri, industri karet alam Indonesia diharapkan mampu mempertahankan momentum positif meskipun tantangan dari sisi pasokan tetap menjadi perhatian utama," kata dia lagi.

Para pelaku industri terus berupaya untuk memastikan kelangsungan pasokan, terutama dalam mengantisipasi dampak cuaca yang mempengaruhi produksi karet.

"Prospek peningkatan pasokan karet alam hingga akhir tahun diperkirakan akan menghadapi tantangan berat, terutama karena faktor cuaca yang tidak menentu yang dapat mengganggu produksi di beberapa daerah penghasil," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini