Aceh Alami 1.556 Gempa Bumi Sepanjang 2025

Untuk tingkat kedalamannya, di bawah 60 km atau dangkal sebanyak 1.466 kali.

Suhardiman
Jum'at, 02 Januari 2026 | 13:47 WIB
Aceh Alami 1.556 Gempa Bumi Sepanjang 2025
Ilustrasi gempa bumi. [Ist]
Baca 10 detik
  • Provinsi Aceh mencatat 1.556 gempa sepanjang 2025, dengan magnitudo terbesar 6,3 dan terdalam 222 km.
  • Sebagian besar gempa (1.466 kali) berada pada kedalaman dangkal di bawah 60 kilometer selama periode tersebut.
  • Kepala Stasiun Geofisika BMKG Aceh Besar mencatat peningkatan gempa 39 persen dibanding tahun sebelumnya.

SuaraSumut.id - Provinsi Aceh telah mengalami sebanyak 1.556 gempa bumi sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, ada 75 gempa yang terasa. Kemudian, gempa dengan magnitudo terbesar adalah 6,3, sedangkan gempa dengan kedalaman terdalam mencapai 222 kilometer (km).

Untuk tingkat kedalamannya, di bawah 60 km atau dangkal sebanyak 1.466 kali. Lalu, 90 kali kategori menengah, yaitu di atas 60 km atau di bawah 300 km. Dan, tidak ada gempa bumi yang melebihi kedalaman 300 km selama tahun 2025 di Aceh.

"Sepanjang tahun 2025, tanah Aceh terus berguncang, tercatat sebanyak 1.556 gempa bumi. Jumlah gempa bumi pada tahun 2025 meningkat sebesar 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, melansir Antara, Jumat, 2 Januari 2026.

Terdapat lima gempa bumi signifikan, yaitu gempa berkekuatan 6,3 magnitudo dengan kedalaman 10 km di Sinabang, Kabupaten Simeulue, pada tanggal 27 November 2025. Kemudian, gempa berkekuatan 6,3 magnitudo dengan kedalaman 15 km di Sabang pada tanggal 29 Juli 2025.

"Selanjutnya, gempa berkek magnitude 5,9 terjadi tiga kali, pertama pada tanggal 31 Januari di Aceh Selatan dengan kedalaman 59 km. Kemudian, pada tanggal 8 April di Sinabang , kedalamannya 30 km, dan di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat pada tanggal 11 Mei dengan kedalaman 83 km," ujar Andi.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa gempa bumi terbanyak selama tahun 2025 di Aceh terjadi pada bulan September, yaitu sebanyak 239 kali, enam di antaranya dapat dirasakan.

"Selain itu, pada bulan Oktober terjadi 218 kali (enam di antaranya terasa), November 146 kali (enam di antaranya terasa), dan Desember 104 kali, tetapi gempa bumi terasa hingga 17 kali," katanya.

Dirinya menegaskan bahwa di balik setiap angka, ada pembelajaran. Selain itu, ini juga merupakan pengingat bahwa Aceh berada di wilayah rawan gempa yang menuntut kesiapsiagaan bersama.

Oleh karena itu, Andi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami pola, distribusi, dan karakteristik gempa bumi di Aceh sepanjang tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan, bukan sekadar menumbuhkan kekhawatiran.

"Tetap waspada, siapkan tas kesiapsiagaan bencana, ketahui rute evakuasi dan titik kumpul, serta pantau informasi resmi dari BMKG. Karena kesiapsiagaan hari ini adalah keselamatan di masa depan," kata Andi Azhar Rusdin .

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini