Dampak Banjir terhadap Kesehatan Bayi dan Anak, Ancaman Serius yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Padahal kondisi air bersih tidak selalu memadai. Ini meningkatkan risiko diare.

Suhardiman
Rabu, 28 Januari 2026 | 12:05 WIB
Dampak Banjir terhadap Kesehatan Bayi dan Anak, Ancaman Serius yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Ilustrasi banjir (pexels/Dibakar Roy)
Baca 10 detik
  • Lingkungan banjir dan pengungsian meningkatkan risiko penyakit serius pada bayi dan anak, seperti diare, ISPA, dan penyakit kulit dari kontaminasi.
  • Orang tua harus memastikan keamanan air minum, menjaga kebersihan, dan memprioritaskan ASI untuk bayi di lokasi pengungsian.
  • Pemberian nutrisi yang tidak tepat, seperti formula tanpa air bersih memadai, berisiko; pendirian dapur PMBA di pengungsian sangat dianjurkan.

Banyak anak yang masih dalam fase menyusu justru diberi susu formula atau produk kemasan. Padahal kondisi air bersih tidak selalu memadai. Ini meningkatkan risiko diare.

Distribusi bantuan pangan yang tidak terkoordinasi dapat berdampak pada kesehatan bayi dan anak. Donasi susu formula dan produk kemasan sering kali diterima tanpa mempertimbangkan keamanan pangan dan sanitasi.

Dokter Tan mendorong pendirian dapur pemberian makan bayi dan anak atau PMBA di lokasi pengungsian. Dapur ini berperan menyediakan makanan sesuai kebutuhan gizi bayi dan anak, serta memastikan proses pengolahan yang aman.

Asupan gizi berperan penting dalam menurunkan risiko penyakit. Dapur PMBA perlu segera didirikan agar pemberian makan bayi dan anak lebih terarah.

Ia juga menekankan bahwa pengadaan bahan pangan seharusnya menjadi bagian dari kesiapsiagaan tanggap darurat sebelum bencana terjadi. Perencanaan logistik yang baik dinilai dapat mencegah kesalahan pemberian makanan saat banjir.

Menurut dokter Tan, kesalahan yang sering dilakukan orang tua adalah tergiur menerima donasi susu formula dan produk kemasan tanpa mempertimbangkan kondisi air bersih.

“Tanpa air bersih yang cukup, penggunaan susu formula justru berisiko bagi kesehatan bayi,” katanya.

Baik dokter Tan maupun dokter Leonirma sepakat bahwa perlindungan kesehatan bayi dan anak saat banjir memerlukan peran orang tua, tenaga kesehatan, serta pengelola pengungsian. Edukasi tentang kebersihan, asupan gizi, dan tanda bahaya penyakit dinilai penting untuk menekan risiko kesehatan.

Orang tua diminta segera membawa bayi atau anak ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda bahaya, seperti diare dengan gejala dehidrasi, sesak napas, demam tinggi, kejang, muntah terus-menerus, atau luka yang menunjukkan tanda infeksi.

Dengan penerapan pola hidup bersih, pemenuhan gizi yang tepat, serta dukungan layanan kesehatan, risiko gangguan kesehatan pada bayi dan anak selama banjir diharapkan dapat dikurangi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini