Munggahan, Tradisi Makan Bersama Jelang Ramadan yang Sarat Makna

Aktivitas ini bukan sekadar makan, tetapi simbol kebersamaan dan memupuk rasa syukur.

Suhardiman
Kamis, 12 Februari 2026 | 12:10 WIB
Munggahan, Tradisi Makan Bersama Jelang Ramadan yang Sarat Makna
Ilustrasi orang makan bersama. (Tim Desain Grafis Suara.com)
Baca 10 detik
  • Masyarakat Sunda mengadakan tradisi Munggahan menjelang Ramadan sebagai simbol peningkatan spiritual dan kebersamaan sosial.
  • Aktivitas inti Munggahan meliputi makan bersama, saling memaafkan, dan melaksanakan doa kolektif sebelum puasa.
  • Tradisi ini menguatkan silaturahmi, ungkapan syukur, serta pembersihan hati menyambut fase ibadah Ramadan lebih tinggi.

SuaraSumut.id - Masyarakat Indonesia memiliki beragam tradisi lokal yang sarat makna menjelang Ramadan. Seperti masyarakat Sunda, Jawa Barat yang memilik tradisi bernama munggahan.

Munggahan bukan hanya kegiatan makan bersama, tetapi juga momentum penguatan nilai spiritual, solidaritas sosial, dan pelestarian kearifan lokal.

Asal Usul dan Makna Tradisi Munggahan 

Melansir situs Sukabumi Update, munggahan berasal dari bahasa Sunda yang berarti naik atau meningkat. Secara filosofis, tradisi ini melambangkan transisi spiritual dari kehidupan biasa menuju fase ibadah yang lebih tinggi di bulan Ramadan. Bukan sekadar ritual sosial, Munggahan juga punya makna:

  • Persiapan spiritual sebelum puasa dimulai, agar hati dan niat lebih bersih.
  • Ungkapan syukur atas nikmat umur dan kesehatan sehingga masih bisa bertemu Ramadan.
  • Pembersihan hubungan antarmanusia, lewat saling memaafkan agar ibadah selama Ramadan lebih khusyuk.
  • Penguatan silaturahmi, karena berkumpul dengan keluarga dan kerabat jadi sarana mempererat hubungan.

Aktivitas dalam Tradisi Munggahan

Munggahan biasa dilakukan di akhir bulan syaban sebelum datangnya bulan ramadan. Meski bentuknya bisa sedikit berbeda antar daerah, secara umum tradisi ini diisi dengan beberapa kegiatan khas berikut:

1. Makan Bersama (Botram / Liwetan)

Makan bersama keluarga, tetangga, dan kerabat menjadi inti acara. Hidangan khas seperti nasi liwet, ikan asin, lalapan, sambal, tahu-tempe goreng, serta lauk-pauk lainnya disantap bersama di atas alas daun atau tikar. Aktivitas ini bukan sekadar makan, tetapi simbol kebersamaan dan memupuk rasa syukur.

2. Salam-Salaman dan Memaafkan

Munggahan sering dimanfaatkan sebagai momen untuk saling meminta maaf dan saling memaafkan antara keluarga, tetangga, dan sahabat sebelum memasuki bulan puasa. Hal ini mencerminkan nilai pembersihan hati dan hubungan manusia yang lebih baik.

3. Doa Bersama

Doa kolektif mengiringi rangkaian munggahan. Umat berkumpul untuk berdoa agar ibadah puasa selama Ramadan berjalan lancar dan penuh berkah mencakup doa keselamatan, kesehatan, dan ampunan.

4. Ziarah ke Makam Leluhur

Beberapa keluarga juga melakukan ziarah kubur ke makam orang tua atau leluhur sebagai bentuk refleksi spiritual dan pengingat akan kefanaan hidup. Kegiatan ini menambah dimensi religius dalam menyambut Ramadan.

5. Membersihkan Tempat Ibadah dan Rumah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini