Baca 10 detik
- Masyarakat Sunda mengadakan tradisi Munggahan menjelang Ramadan sebagai simbol peningkatan spiritual dan kebersamaan sosial.
- Aktivitas inti Munggahan meliputi makan bersama, saling memaafkan, dan melaksanakan doa kolektif sebelum puasa.
- Tradisi ini menguatkan silaturahmi, ungkapan syukur, serta pembersihan hati menyambut fase ibadah Ramadan lebih tinggi.
Di beberapa mayoritas, tradisi Munggahan juga melibatkan kegiatan membersihkan rumah atau tempat ibadah (masjid/musholla) sebagai simbol pembersihan lahir dan batin menyongsong bulan suci.
Selain dimensi religius, Munggahan juga punya nilai sosial yang kuat. Ini menjadi forum untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, solidaritas antar keluarga dan tetangga, serta tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Meski zaman berubah, tradisi munggahan tetap dilestarikan karena dianggap sebagai wadah penguatan hubungan sosial dan spiritual sebelum menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.